PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com – Operasi penyakit masyarakat (PEKAT) yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Pangkalpinang bersama Polres Pangkalpinang, Kejari Pangkalpinang, Kodim 0413/Bangka, Denpom II/4-2 Bangka, BNN Pangkalpinang, Dinas P3AKB Pangkalpinang, BAKEUDA Pangkalpinang, dan Dinas Perhubungan Pangkalpinang di beberapa hotel dan penginapan berhasil menjaring 12 pasangan. Dari 12 pasangan yang terjaring 10 di antaranya adalah pasangan bukan suami-istri, sedangkan 2 pasangan lainnya terbukti suami-istri dengan menunjukkan surat nikah mereka.
Eka Mulya Putra, Ketua Rumah Aspirasi Kotak Kosong Kota Pangkalpinang, menyampaikan kepada media bahwa ada dugaan unsur kesengajaan dari Kasat Pol PP Pangkalpinang untuk menjatuhkan martabat SW, salah satu relawan Kotak Kosong.
Eka menyatakan bahwa sejak awal, SW dan FI telah menunjukkan surat nikah mereka. Namun, meskipun akhirnya dilepaskan, nama SW dan pasangannya telah viral di berbagai media. Ia menduga bahwa ada upaya sengaja untuk merusak nama baik relawan Kotak Kosong di Pangkalpinang.
“Seharusnya, Pol PP Kota Pangkalpinang tidak mempublikasikan nama atau inisial dari dua pasangan yang telah membuktikan hubungan mereka sebagai suami-istri. Namun, publikasi tersebut malah mengundang pemberitaan yang seolah-olah menuduh mereka melakukan tindakan tidak senonoh, padahal pasangan tersebut berada di hotel bersama pasangan sah mereka,” ujarnya.
Eka menegaskan bahwa pihaknya akan mendatangi Efran, Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang untuk meminta klarifikasi terkait dugaan upaya pencemaran nama baik terhadap relawan Kotak Kosong.
Pihak-pihak tertentu tampak berupaya membentuk opini publik negatif terhadap relawan Kotak Kosong. Meski SW sudah memberikan klarifikasi, pihak-pihak tersebut terus memperkeruh persoalan dengan maksud menuding SW melakukan tindakan tidak terpuji.
“Fitnah demi fitnah terus dilancarkan terhadap relawan Kotak Kosong, namun kami tetap berdiri tegar bersama masyarakat Kota Pangkalpinang. Setiap masalah yang kecil selalu dibesar-besarkan dan dijadikan blunder untuk melemahkan perjuangan kami,” imbuhnya.
Eka juga menyampaikan bahwa pada awalnya pihak tertentu merasa mudah memenangkan pertarungan karena hanya melawan Kotak Kosong. Namun, kini mereka sadar bahwa perjuangan rakyat semakin kuat mendukung Kotak Kosong, sehingga mereka terus mencari cara melemahkan dukungan tersebut dengan cara-cara tidak sehat.
