Perjanjian paris adalah kesepakatan global untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim yang dinilai saat ini semakin ekstrim. Adapun perjanjian tersebut didukung oleh 195 negara di dunia. Khusus Indonesia, Perjanjian Paris ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Periode 2019-2024, Siti Nurbaya yang mewakili Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Siti Nurbaya mengatakan keterlibatan Indonesia dalam perjanjian bersejarah tersebut merupakan terobosan besar. Pasalnya, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk memberikan kontribusi besar dalam mengurangi efek gas rumah kaca dan dampak dari perubahan iklim.
“Sejarah telah mencatat, adalah mungkin untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sejalan dengan mencapai pertumbuhan ekonomi, seperti yang telah ditunjukkan oleh sejumlah negara maju,” ujar Siti dikutip dari detikNews, beberapa waktu lalu.
Dalam Perjanjian Paris sendiri, negara-negara maju diminta untuk memberikan bantuan keuangan kepada negara yang dinilai kurang mampu dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Pendanaan iklim dinilai sangat diperlukan untuk melakukan mitigasi.
Sebab investasi skala besar diperlukan untuk mengurangi emisi secara signifikan. Pendanaan ini juga dinilai penting untuk mendorong negara berkembang atau miskin dalam melakukan adaptasi. Sebab sumber daya keuangan yang signifikan diperlukan untuk beradaptasi dan mengurangi dampak dari perubahan iklim.
Tak hanya itu, melalui perjanjian tersebut menekankan pentingnya transfer teknologi. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Selain itu, Perjanjian Paris juga mendorong percepatan pengembangan dan transfer teknologi melalui kebijakan sekaligus implementasinya.
“Indonesia mendorong negara-negara maju untuk menunjukkan kepemimpinan dalam meningkatkan ambisi sebelum dan setelah 2020, baik dalam mengurangi emisi maupun dalam memberikan dukungan kepada negara-negara berkembang dalam bentuk keuangan, teknologi dan peningkatan kapasitas, dalam rangka memenuhi target menahan peningkatan suhu global di bawah 2ºC,” ungkap Siti.
Di dalam negeri, Pemerintah Indonesia pun gencar melakukan berbagai upaya untuk menekan emisi gas rumah kaca. Berbagai cara pun dilakukan salah satunya dengan melakukan transisi energi. Berbagai sektor seperti swasta hingga pemerintah pun berlomba-lomba untuk melakukan transisi energi.
