Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

WIUP PT Timah di Merbuk, Kenari dan Pungguk Kembali Dihajar Tambang Ilegal: Persekongkolan atau Pembiaran?

WIUP PT Timah di Merbuk, Kenari dan Pungguk Kembali Dihajar Tambang Ilegal
Foto: BANGKA TENGAH, JOURNALARTA.COM – Aktivitas tambang ilegal di kawasan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Timah Tbk di belakang Pasar Modern Koba…

BANGKA TENGAH, JOURNALARTA.COM – Aktivitas tambang ilegal di kawasan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Timah Tbk di belakang Pasar Modern Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menjadi sorotan. Tepatnya di area kolong Merbuk, Kenari, dan Pungguk, puluhan ponton tambang ilegal terlihat beroperasi tanpa kendali dalam sepekan terakhir.

Pantauan pada Selasa (28/01/2025) menunjukkan bahwa para penambang ilegal ini beroperasi secara masif, memanfaatkan celah pengawasan yang lemah. Padahal sebelumnya tim gabungan Polres Bangka Tengah bersama unsur terkait telah melakukan pembersihan terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut.

Namun, ketenangan hanya berlangsung sementara. Konflik kembali muncul di wilayah ini, bahkan diwarnai adu mulut antara penambang dan pembeli timah yang hanya bisa diredam oleh koordinator lapangan.

Salah satu penambang yang enggan disebutkan identitasnya mengaku memiliki “bekingan” dari oknum aparat, sehingga mereka berani menjarah timah secara ilegal di area WIUP PT Timah.

“Kami cuma mau kerja, Bang. Kami sudah koordinasi dengan aparat dan lainnya,” ujarnya santai.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa wilayah mulai kehabisan hasil tambang, sehingga para penambang mulai mengarah ke Pungguk yang diawasi kelompok tertentu.

“Baginya 10:2, Bang. Dari 10 kilo timah, 2 kilo disetor,” tambahnya.

Bagi mereka, tambang ilegal adalah satu-satunya jalan untuk menyambung hidup.

“Kami cuma mau kerja untuk persiapan puasa dan Lebaran,” tutupnya.

 

Bising dan Ketidakpedulian yang Mengkhawatirkan

Seorang warga setempat, Deswi, mengungkapkan bahwa suara mesin tambang dari kawasan Kenari hingga Merbuk terdengar hingga ke Simpang Perlang.

“Pagi hari pun bisingnya terdengar jelas sampai ke sini,” keluhnya.

Meski aktivitas tambang ilegal ini melanggar hukum, para pelaku tampak santai dan seolah tidak takut akan penindakan hukum.

“Seolah-olah mereka mendapat restu dari pihak berwenang karena hingga kini aparat penegak hukum (APH) tidak bereaksi,” ungkap Deswi.

Ia juga mempertanyakan klaim bahwa tambang ilegal berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Kalau dampak kesenjangan sosial, itu pasti. Tapi kalau ekonomi? Entah juga ya,” imbuhnya.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda