Penyanyi Bastian Steel membuktikan bahwa tradisi tetap berharga di tengah gempuran modernitas. Meski harus merogoh kocek dalam, vokalis band Yovie & Nanda ini memastikan akan menggelar upacara adat Batak lengkap dalam pernikahannya dengan Sitha Marino. Keputusan ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap warisan budaya leluhur.
Dalam perbincangan terbaru, Bastian mengungkapkan bahwa pelaksanaan adat Batak memang membutuhkan persiapan matang dan dana yang tidak sedikit. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menghormati tradisi keluarga besarnya yang berasal dari tanah Batak.
Komitmen Terhadap Warisan Budaya Leluhur
Bastian Steel menegaskan bahwa upacara adat Batak bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap nenek moyang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Prosesi adat yang akan digelar mencakup berbagai tahapan mulai dari marhori-hori boru, martumpol, hingga pesta unjuk (pesta besar).
“Ini bukan soal uang, tapi soal penghormatan kepada orang tua dan leluhur. Adat Batak punya makna yang sangat dalam bagi keluarga kami,” ujar Bastian menjelaskan alasan di balik keputusannya.
Keputusan pasangan ini patut diapresiasi di tengah tren pernikahan modern yang cenderung mengabaikan prosesi adat. Mirip dengan Festival Budaya Melayu Pangkalpinang yang berupaya melestarikan kearifan lokal, langkah Bastian turut menjaga kelestarian tradisi Nusantara.
Persiapan Matang dan Anggaran Besar
Sumber dekat pasangan mengungkapkan bahwa persiapan upacara adat Batak memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dalihan na tolu (tiga tungku) yang merupakan struktur kekerabatan dalam masyarakat Batak. Biaya yang diperlukan mencakup pengadaan ulos (kain tradisional Batak), hewan kurban untuk jambar (pesta makan bersama), serta honorarium bagi parbarita (juru bicara adat).
Dalam tradisi Batak, pesta pernikahan melibatkan ratusan bahkan ribuan tamu dari berbagai pihak keluarga. Konsep dalihan na tolu yang terdiri dari hula-hula (keluarga pihak istri), dongan tubu (keluarga sedarah), dan boru (keluarga pihak istri dari saudara laki-laki) membuat perayaan menjadi sangat meriah namun juga membutuhkan dana signifikan.
Beberapa pos anggaran utama dalam upacara adat Batak antara lain pengadaan ulos bernilai jutaan rupiah per helai, jambar dengan puluhan ekor kerbau atau sapi, serta musik gondang sabangunan yang akan mengiringi seluruh prosesi. Belum lagi biaya dekorasi venue yang mengusung nuansa tradisional Batak khas.
Dukungan Penuh dari Keluarga dan Sitha Marino
Kabar baiknya, Sitha Marino sebagai calon mempelai wanita memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini. Perempuan yang juga aktif di dunia hiburan ini memahami pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas budaya yang harus dilestarikan.
Keluarga besar dari kedua belah pihak juga antusias menyambut rencana pelaksanaan adat lengkap. Mereka akan terlibat aktif dalam setiap tahapan prosesi, mulai dari perencanaan hingga eksekusi di hari H.
Langkah Bastian Steel ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya mereka. Di era digital seperti sekarang, pelestarian tradisi menjadi semakin penting agar identitas bangsa tidak tergerus arus globalisasi.
Rencana pernikahan Bastian Steel dan Sitha Marino dengan upacara adat Batak lengkap membuktikan bahwa modernitas dan tradisi bisa berjalan beriringan. Meski membutuhkan pengorbanan finansial yang tidak kecil, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap prosesi adat jauh lebih berharga dari sekadar angka nominal.
Pasangan ini dijadwalkan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat dengan rangkaian acara yang akan berlangsung meriah namun tetap sakral sesuai tuntunan adat Batak.
Sumber: Tribunnews (baca selengkapnya)