Kamis, 28 Mei 2026 WIB
BREAKING
💡 SPACE TERSEDIA
Ekspos Brand Anda ke Audience JournalArta
Spot iklan strategis, dilihat oleh ribuan pengunjung tiap hari.
📧 Hubungi Kami →
INTERNASIONAL

Mengapa Tony Blair Serang Kebijakan Energi Starmer?

Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, mengkritik kebijakan energi dan pajak pemerintahan Keir Starmer terkait target net zero
Foto: The Guardian World

Dua menteri keuangan pemerintahan Keir Starmer, Torsten Bell dan Dan Tomlinson, melancarkan pembelaan keras terhadap sejumlah argumen yang disampaikan mantan Perdana Menteri Tony Blair dalam kritiknya yang panjang terhadap kebijakan Partai Buruh (Labour). Blair, yang memimpin Inggris dari 1997 hingga 2007, menulis artikel sepanjang 5.700 kata yang berisi kritik tajam terhadap arah kebijakan pemerintahan Starmer, khususnya terkait pajak dan energi.

Kritik Blair mencuat setelah ia mendesak Starmer dan para rivalnya dalam kompetisi kepemimpinan Labour untuk meninggalkan target net zero (nol emisi karbon) dan justru mendekatkan diri pada kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan kontroversial ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan politisi Inggris.

Respons Keras dari Partai Hijau

Zack Polanski, pemimpin Partai Hijau Inggris, tidak tinggal diam. Melalui media sosial, ia mengunggah kritik pedas terhadap intervensi Blair. “Inilah apa yang dibayar oleh kelas miliarder,” tulis Polanski sambil membandingkan pernyataan Blair dengan retorika politisi sayap kanan Nigel Farage. Postingan tersebut menyoroti bagaimana posisi Blair semakin jauh dari nilai-nilai progresif yang pernah ia usung.

📢 RUANG IKLAN
Brand Anda Layak Tampil Disini
Posisi strategis di portal berita Bangka Belitung. Audience tepat sasaran.
📞 Hubungi Marketing →

Kritik Polanski mencerminkan kekhawatiran sejumlah aktivis lingkungan dan politisi sayap kiri yang menilai bahwa Blair telah bergeser ke posisi yang lebih konservatif, terutama dalam isu perubahan iklim. Mereka menuduh mantan PM tersebut lebih memprioritaskan kepentingan bisnis besar ketimbang krisis iklim global.

Polemik Kebijakan Energi dan Pajak

Dalam artikel panjangnya, Blair mengkritik keras kebijakan pajak pemerintahan Starmer yang dinilainya terlalu memberatkan dunia usaha. Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap target net zero 2050, dengan argumen bahwa kebijakan tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan daya saing Inggris di kancah global.

Bell dan Tomlinson, keduanya menteri junior di Departemen Keuangan (Treasury), membantah argumen tersebut dengan menyatakan bahwa kebijakan pemerintah telah dirancang secara hati-hati untuk menyeimbangkan antara kebutuhan transisi energi hijau dengan pertumbuhan ekonomi. Mereka menegaskan bahwa target net zero justru membuka peluang investasi besar dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.

Kontroversi ini memanas di tengah persaingan kepemimpinan Labour yang sedang berlangsung. Selain Starmer, nama-nama seperti Wes Streeting, Andy Burnham, dan Mahmood juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Intervensi Blair dipandang sebagai upaya untuk mempengaruhi arah kebijakan partai pasca-pemilu.

Pengamat politik menilai bahwa perbedaan pendapat antara Blair dan pemerintahan saat ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas dalam Partai Buruh antara kubu moderat dan progresif. Di satu sisi, Blair mewakili pendekatan “Third Way” yang lebih pragmatis dan ramah pasar. Di sisi lain, generasi baru politisi Labour menginginkan komitmen lebih kuat pada keadilan sosial dan perlindungan lingkungan.

Perdebatan ini juga menyoroti dilema yang dihadapi banyak negara maju: bagaimana menyeimbangkan ambisi iklim dengan realitas ekonomi dan politik. Sementara beberapa pemimpin dunia, termasuk Trump, mundur dari komitmen iklim global, pemerintahan Starmer tampak tetap berpegang pada target emisi yang telah ditetapkan.

Ke depan, posisi Labour terhadap kebijakan energi dan pajak akan menjadi indikator penting arah partai tersebut. Apakah mereka akan mengikuti saran Blair untuk bersikap lebih pragmatis, atau justru mempertahankan komitmen pada agenda hijau yang lebih ambisius, masih menjadi pertanyaan terbuka yang akan dijawab dalam bulan-bulan mendatang.

Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)

Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)

— fds
📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
🎯 SPOT IKLAN PREMIUM
Jangkau Ribuan Pembaca Setia
JournalArta dibaca harian oleh warga Babel & nasional. Iklan Anda dilihat audience aktif.
💼 Pasang Iklan →

📝 Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar akan ditinjau sebelum tampil.