Namun, bahkan untuk Montenegro sekalipun, jalur menuju keanggotaan penuh masih panjang dan berliku. Proses ratifikasi oleh seluruh 27 negara anggota EU memerlukan konsensus bulat, dan satu negara saja yang menolak bisa menggagalkan seluruh proses. Beberapa negara seperti Belanda dan Denmark dikenal sangat ketat dalam menilai kelayakan kandidat baru.
Negara-negara kandidat lain seperti Serbia masih menghadapi hambatan serius, terutama terkait normalisasi hubungan dengan Kosovo dan keselarasan kebijakan luar negeri dengan posisi EU terhadap Rusia. Albania dan Makedonia Utara juga masih perlu menunjukkan reformasi lebih lanjut di bidang judicial dan pemberantasan korupsi.
Turki, yang secara resmi masih berstatus kandidat sejak 1999, praktis sudah tidak lagi realistis bergabung dalam waktu dekat mengingat backsliding demokrasi dan ketegangan diplomatik dengan beberapa negara anggota EU.
Sementara itu, Ukraine dan Moldova yang baru-baru ini diberi status kandidat pasca invasi Rusia ke Ukraine memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memenuhi kriteria teknis keanggotaan, meski secara politik terdapat simpati kuat dari negara-negara anggota EU.
Perdebatan soal perluasan Uni Eropa ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Bagi para kandidat, kesabaran dan konsistensi dalam reformasi menjadi kunci. Bagi EU sendiri, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara ambisi geopolitik dan realitas kapasitas institusional.
Sumber: Deutsche Welle (baca selengkapnya)
Sumber: Deutsche Welle (baca selengkapnya)

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.