Rabu, 27 Mei 2026 WIB
BREAKING
🎯 SPOT IKLAN PREMIUM
Jangkau Ribuan Pembaca Setia
JournalArta dibaca harian oleh warga Babel & nasional. Iklan Anda dilihat audience aktif.
💼 Pasang Iklan →
DUNIA

5 Fakta Ancaman Rusia Terhadap Diplomat Asing di Kyiv

Ursula von der Leyen Presiden Komisi Eropa memberikan pernyataan terkait ancaman Rusia terhadap diplomat asing di Kyiv Ukraina
Foto: The Guardian World

Uni Eropa (EU) pada Senin (26/5) memanggil perwakilan diplomatik teratas Rusia di Brussel menyusul peringatan Moskow yang menyerukan warga asing dan diplomat untuk segera meninggalkan Kyiv. Peringatan ini dikeluarkan menjelang rencana serangan baru terhadap ibu kota Ukraina, memicu kemarahan Brussels yang menilai langkah tersebut sebagai upaya destabilisasi Eropa oleh Presiden Rusia.

Anitta Hipper, juru bicara kebijakan luar negeri EU, menegaskan bahwa ancaman terhadap warga sipil asing dan diplomat di Kyiv merupakan “eskalasi yang tidak dapat diterima.” Pihak EU telah memanggil Chargé d’Affaires Rusia dan mendesak Moskow untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil serta terlibat dalam perundingan damai yang tulus dengan gencatan senjata penuh dan tanpa syarat.

EU Tetap Bertahan di Kyiv

Meski ancaman meningkat, delegasi EU mengumumkan akan tetap berada di Kyiv sebagai bentuk solidaritas dengan Ukraina. Keputusan ini diambil di tengah kunjungan Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, ke Lithuania yang juga menghadapi insiden pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

✨ AVAILABLE NOW
Promo Brand Anda di Sini
Tarif terjangkau, jangkauan maksimal. Tarif khusus untuk advertiser pertama.
💬 Konsultasi Gratis →

“Ancaman ini sekali lagi membuktikan apa yang sudah kita ketahui: bahwa Rusia sama sekali tidak tertarik pada perdamaian dan sepenuhnya mengabaikan semua upaya menuju penyelesaian konflik,” tegas Hipper dalam pernyataannya di platform X (sebelumnya Twitter).

Pola Destabilisasi Berlanjut

Para pengamat internasional melihat taktik Rusia sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengganggu kestabilan Eropa. Perintah mengosongkan Kyiv tidak hanya ditujukan untuk mengintimidasi Ukraina, tetapi juga untuk mengirim sinyal politik kepada negara-negara Barat yang mendukung Kyiv.

Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Eropa Timur, di mana beberapa negara telah memanggil duta besar Rusia mereka untuk memberikan protes resmi. Langkah serupa juga pernah terjadi di konflik internasional lainnya yang melibatkan eskalasi militer di tengah upaya diplomasi.

Von der Leyen dalam kunjungannya ke Lithuania menekankan komitmen EU untuk terus mendukung Ukraina secara penuh, baik melalui bantuan kemanusiaan, militer, maupun sanksi ekonomi terhadap Rusia. “Kami tidak akan mundur dari komitmen kami,” ujarnya dalam konferensi pers bersama Presiden Lithuania.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Rusia terkait pemanggilan perwakilan diplomatik mereka oleh EU. Namun, pengamat memperkirakan Moskow akan tetap melanjutkan strategi intimidasinya sebagai bagian dari tekanan terhadap dukungan Barat kepada Kyiv.

Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)

Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)

— fds
📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
📢 RUANG IKLAN
Brand Anda Layak Tampil Disini
Posisi strategis di portal berita Bangka Belitung. Audience tepat sasaran.
📞 Hubungi Marketing →

📝 Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar akan ditinjau sebelum tampil.