Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Alwi Farhan Kalahkan Shi Yu Qi, Raih Kemenangan Terbesar Kariernya

Alwi Farhan merayakan kemenangan atas Shi Yu Qi di Singapura Terbuka 2026
Alwi Farhan merayakan kemenangan atas Shi Yu Qi di Singapura Terbuka 2026. (Ilustrasi: AI)

Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mencatatkan kemenangan paling signifikan dalam kariernya pada Kamis (28/5/2026) dengan mengalahkan Shi Yu Qi, pemain nomor satu dunia asal China, di Singapore Indoor Stadium. Kemenangan 21-16, 19-21, 21-14 ini bukan sekadar angka statistik—ia menjadi momen katarsis bagi atlet berusia 21 tahun yang baru sebulan lalu mengalami keterpurukan mental di Piala Thomas.

Setelah pertandingan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, Alwi terlihat memeluk pelatih tunggal putra Pelatnas Indonesia, Indra Widjaja, cukup lama di luar lapangan. Ekspresi lega terpancar jelas dari wajah pemain yang kini lolos ke perempat final Singapura Terbuka 2026.

Kemenangan atas Shi—yang mengoleksi 15 gelar juara BWF World Tour dan menjadi juara dunia 2025—memiliki makna khusus karena terwujud setelah beberapa kali peluang pertemuan mereka batal. Ini juga menjadi kemenangan terbaik Alwi sejak bersaing penuh di arena BWF World Tour pada 2025.

Bangkit dari Keterpurukan Piala Thomas

Latar belakang kemenangan ini tidak bisa dilepaskan dari pengalaman pahit Alwi pada Piala Thomas di Horsens, Denmark, akhir April lalu. Indonesia tersisih di fase penyisihan grup untuk pertama kalinya dalam sejarah, dan Alwi menjadi salah satu pemain yang tampil di bawah ekspektasi.

Dari tiga pertandingan yang dijalani, Alwi hanya menang sekali—saat melawan pemain Aljazair. Ia kalah dari Panitchapon Teeraratsakul dari Thailand dan Alex Lanier dari Perancis. Kegagalan ini meninggalkan beban psikologis yang berat.

“Momen Piala Thomas cukup berat bagi saya. Jadi, ini pengalaman untuk membuktikan bahwa saya bisa melawan rasa takut dan cemas,” ungkap Alwi usai pertandingan melawan Shi.

Konteks ini membuat kemenangannya atas pemain nomor satu dunia lebih dari sekadar prestasi teknis—ia menjadi bukti resiliensi mental atlet muda dalam menghadapi tekanan ekspektasi publik dan trauma kompetisi.

Pertandingan yang Ditunggu-Tunggu

Pertemuan dengan Shi Yu Qi sudah lama dinanti Alwi. Sepanjang 2025-2026, mereka beberapa kali seharusnya bertemu tetapi selalu batal karena berbagai sebab.

Pada April 2026, Alwi memiliki peluang berhadapan dengan Shi di perempat final Kejuaraan Asia di Ningbo, China, namun ia kalah pada babak kedua dari Kodai Naraoka—yang ironisnya akan menjadi lawannya di perempat final Singapura Terbuka ini.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda