Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Festival Waisak Megah di Bundaran HI: 5 Hari Cahaya Damai Jakarta

Festival Waisak Megah di Bundaran HI
(Ilustrasi: AI)

Acara Illumination of Jakarta mencakup beragam kegiatan yang dirancang untuk melibatkan tidak hanya umat Buddha, tetapi juga komunitas lintas agama, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat umum. Rangkaian kegiatan meliputi doa dan renungan bersama, pertunjukan seni budaya, instalasi cahaya artistik, dan atraksi budaya yang dikurasi khusus untuk mencerminkan nilai-nilai universal perdamaian dan harmoni.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari menjelaskan bahwa instalasi seni dan pencahayaan di Bundaran HI dirancang tidak hanya untuk menarik wisatawan, tetapi juga menyampaikan pesan damai yang menjadi inti dari ajaran Buddha. Instalasi cahaya—medium seni yang semakin populer di berbagai festival global—digunakan sebagai alat komunikasi visual untuk narasi toleransi dan kebersamaan.

Instalasi ini juga diharapkan dapat menjadi konten visual yang menarik untuk media sosial, mengingat generasi muda dan wisatawan milenial cenderung mencari pengalaman instagrammable. Dari perspektif ekonomi kreatif, festival semacam ini membuka peluang bagi seniman lokal, vendor kuliner, dan pelaku UMKM untuk berpartisipasi dan mendapat manfaat ekonomi langsung.

Kolaborasi Lintas Organisasi Keagamaan

Pelaksanaan acara ini melibatkan dua organisasi utama umat Buddha di Indonesia: PERMABUDHI dan WALUBI. Kedua organisasi ini memiliki peran penting dalam mengawal aspek spiritual dan ritualitas acara, memastikan bahwa esensi keagamaan Waisak tetap terjaga meskipun acara dikemas dalam format festival publik yang lebih inklusif.

Kolaborasi dengan organisasi keagamaan resmi juga menunjukkan pendekatan pemerintah daerah yang hati-hati dalam mengelola kegiatan keagamaan di ruang publik. Hal ini penting untuk menghindari potensi konflik atau mispersepsi di masyarakat, terutama mengingat sensitivitas isu agama di Indonesia.

Keterlibatan komunitas lintas agama dalam acara ini juga menjadi poin penting. Ini bukan hanya acara untuk umat Buddha, tetapi ruang bersama di mana berbagai kelompok masyarakat dapat hadir, belajar, dan merayakan keberagaman. Pendekatan ini sejalan dengan konsep “shared public space” yang kini menjadi fokus perencanaan kota modern di berbagai belahan dunia.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata Jakarta

Dari perspektif ekonomi, acara semacam ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda: menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif lokal. Jakarta, yang masih berupaya bangkit dari tekanan ekonomi dan persaingan dengan destinasi regional lain, membutuhkan event-event berkualitas yang dapat meningkatkan citra dan kunjungan wisatawan.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda