Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas

Ilustrasi tim forensik menyelidiki lokasi ledakan bom Perang Dunia II di bawah rumah panggung Biak Numfor Papua
(Ilustrasi: AI)

Ledakan dahsyat mengguncang Kabupaten Biak Numfor, Papua, diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II yang tertanam di bawah rumah panggung warga. Tragedi ini menewaskan lima orang dan melukai tiga lainnya, kembali membuka luka lama atas bahaya laten amunisi perang yang masih tersembunyi di wilayah bekas medan pertempuran Pasifik. Kejadian ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga pengingat keras bahwa warisan konflik global 80 tahun lalu masih mengancam kehidupan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Biak Numfor, kepulauan strategis di utara Papua, adalah salah satu zona pertempuran paling intens antara pasukan Sekutu dan Jepang pada 1944. Ribuan ton amunisi dijatuhkan, ditanam, dan ditinggalkan tanpa proses pembersihan menyeluruh pasca-perang. Kini, puluhan tahun kemudian, penduduk sipil menanggung risiko hidup di atas ladang ranjau tersembunyi.

Kronologi Ledakan di Bawah Rumah Panggung

Ledakan terjadi di bawah rumah panggung milik warga setempat. Menurut laporan awal, ledakan diduga dipicu oleh aktivitas di sekitar fondasi rumah—kemungkinan penggalian, getaran, atau perubahan kondisi tanah yang memicu detonasi bom yang telah tertanam puluhan tahun. Lima orang yang berada di dalam atau sekitar rumah saat ledakan tewas seketika, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Saksi mata menggambarkan ledakan sebagai suara menggelegar yang terdengar hingga radius ratusan meter, diikuti asap tebal dan reruntuhan struktur rumah. Warga sekitar yang panik segera menjauh dari lokasi, khawatir ada amunisi lain yang belum meledak di area tersebut. Tim tanggap darurat dan kepolisian setempat langsung mengamankan lokasi, memasang garis police line, dan mengevakuasi korban.

Investigasi awal oleh pihak berwenang memperkuat dugaan bahwa ledakan berasal dari bom Perang Dunia II. Fragmen logam dan pola ledakan konsisten dengan karakteristik amunisi era 1940-an. Namun, investigasi forensik lengkap masih berlangsung untuk memastikan jenis, asal, dan mekanisme detonasi bom tersebut.

Warisan Berbahaya Perang Dunia II di Papua

Biak Numfor memiliki sejarah kelam sebagai salah satu medan pertempuran strategis Perang Dunia II. Operasi militer besar-besaran Sekutu untuk merebut pulau dari pendudukan Jepang pada Mei-Agustus 1944 meninggalkan jejak mendalam—bukan hanya dalam catatan sejarah, tetapi juga dalam bentuk amunisi yang tidak meledak (unexploded ordnance/UXO) yang masih tersebar di darat dan perairan sekitar.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda