Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

BPIP Angkat Tema Persatuan di Hari Lahir Pancasila 2026

Peringatan resmi Hari Lahir Pancasila dengan lambang Garuda Pancasila dan bendera Indonesia
Peringatan resmi Hari Lahir Pancasila dengan lambang Garuda Pancasila dan bendera Indonesia. (Ilustrasi: AI)

Dalam konteks nasional, tema ini juga relevan mengingat Indonesia tengah berada dalam fase transisi kepemimpinan politik dan persiapan berbagai agenda besar seperti pemindahan ibu kota negara ke Nusantara serta penyelenggaraan acara internasional yang menuntut citra Indonesia sebagai bangsa yang stabil dan bersatu.

Perdamaian Dunia dan Diplomasi Pancasila

Dimensi kedua dari tema BPIP adalah perdamaian dunia, yang menempatkan Pancasila sebagai soft power Indonesia di kancah internasional. Sejak era kemerdekaan, Indonesia telah konsisten mengedepankan prinsip bebas aktif dalam politik luar negeri, yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Konsep perdamaian dunia dalam Pancasila bersumber dari sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. BPIP memandang bahwa di tengah konflik geopolitik global, meningkatnya ketegangan antar-negara, dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mempromosikan dialog, toleransi, dan kerja sama multilateral.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah aktif dalam berbagai forum internasional seperti G20, ASEAN, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan konsisten menyuarakan pentingnya penyelesaian konflik secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan penguatan multilateralisme. Pancasila, dengan nilai-nilai universal yang dikandungnya, menjadi kerangka filosofis yang membedakan diplomasi Indonesia dari negara-negara lain.

Implikasi bagi Masyarakat dan Kebijakan Publik

Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan tema persatuan dan perdamaian memiliki implikasi konkret bagi kebijakan publik dan kehidupan masyarakat. BPIP diharapkan akan memperkuat berbagai program literasi ideologi, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal.

Di sektor pendidikan, pembinaan Pancasila menjadi bagian integral dari kurikulum nasional. Namun tantangannya adalah bagaimana mentransformasi pembelajaran yang selama ini cenderung hafalan menjadi pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif. BPIP bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengembangkan modul pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan siswa.

Di tingkat pemerintahan, tema ini juga menjadi pengingat bagi para penyelenggara negara untuk mengambil kebijakan yang inklusif, adil, dan tidak diskriminatif. Setiap kebijakan publik idealnya harus diuji melalui filter Pancasila, apakah sejalan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda