Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Erin Brockovich Ungkap 3 Skandal Tersembunyi Data Center AS

Erin Brockovich mengkritik kerahasiaan operasional fasilitas data center industri teknologi Amerika
(Ilustrasi: AI)

Skala Tersembunyi: Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan AI?

Isu ini menjadi semakin mendesak seiring ledakan investasi dalam kecerdasan buatan generatif. Model AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar daripada aplikasi digital konvensional. Pelatihan satu model AI besar bisa mengonsumsi energi setara dengan emisi karbon ratusan penerbangan trans-Atlantik, sementara sistem pendingin data center yang menjalankannya bisa menyerap jutaan liter air setiap hari.

Sebuah studi dari University of California, Riverside, memperkirakan bahwa melatih GPT-3—model yang menjadi basis ChatGPT—mengonsumsi sekitar 700.000 liter air untuk pendinginan. Angka ini belum termasuk konsumsi untuk operasi inference (penggunaan model setelah dilatih), yang berlangsung terus-menerus setiap kali pengguna berinteraksi dengan chatbot AI.

Brockovich menyoroti bahwa di banyak wilayah di Amerika Serikat, data center dibangun di area yang sudah mengalami stres air—kondisi di mana permintaan air melebihi ketersediaan. Namun, izin penggunaan air untuk fasilitas ini sering kali dinegosiasikan secara tertutup dengan pemerintah lokal, tanpa konsultasi publik yang memadai.

“Kita berbicara tentang sumber daya publik yang digunakan oleh korporasi swasta untuk keuntungan pribadi, tanpa akuntabilitas transparan kepada masyarakat yang bergantung pada air dan energi yang sama,” ujar Brockovich dalam pernyataan publiknya, sebagaimana dilansir TechCrunch.

Resistensi Industri: Mengapa Transparansi Ditolak?

Industri teknologi berargumen bahwa data konsumsi sumber daya per fasilitas adalah informasi kompetitif yang sensitif. Mengungkapkan lokasi dan skala operasi data center, menurut mereka, bisa membuka celah keamanan atau memberikan keuntungan strategis kepada kompetitor.

Namun, kritikus—termasuk Brockovich—menilai argumen ini lemah. Transparansi tidak berarti mengungkap detail arsitektur keamanan atau konfigurasi teknis. Yang diminta adalah data agregat tentang konsumsi air dan energi, emisi karbon, serta dampak terhadap infrastruktur lokal—informasi yang seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial korporat.

Beberapa perusahaan teknologi telah mempublikasikan laporan keberlanjutan tahunan yang mencakup konsumsi energi global, namun angka-angka tersebut sering kali tidak dipecah per lokasi atau per jenis operasi. Microsoft, misalnya, melaporkan bahwa mereka mengonsumsi sekitar 1,9 miliar liter air untuk pendinginan data center pada 2023, tetapi tidak merinci berapa banyak yang digunakan di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan.

Halaman:1234Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda