Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
WISATA

Tujuh Lokasi Mustajab di Tanah Suci untuk Jamaah Haji

Pemandangan jamaah mengelilingi Ka'bah saat thawaf di Masjidil Haram Makkah
Pemandangan jamaah mengelilingi Ka'bah saat thawaf di Masjidil Haram Makkah. (Ilustrasi: AI)

Momen dari setelah matahari tergelincir (dhuhur) hingga terbenam matahari di Arafah dianggap sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa. Jamaah menghabiskan waktu berjam-jam di padang luas ini dengan berdoa, membaca Al-Quran, dan berdzikir. Kekhusyukan massal yang tercipta di Arafah memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap jamaah.

Jabal Rahmah, bukit kecil di tengah Padang Arafah, sering menjadi tujuan jamaah meskipun tidak ada kewajiban khusus untuk naik ke sana. Tempat ini dikenal sebagai lokasi di mana Nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah terpisah sejak diturunkan ke bumi. Meskipun demikian, ulama menekankan bahwa keutamaan berdoa di Arafah berlaku untuk seluruh padang, bukan hanya di Jabal Rahmah.

Muzdalifah dan Mina dalam Rangkaian Haji

Setelah wukuf di Arafah, jamaah bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam pada malam tanggal 10 Dzulhijjah. Di tempat inilah jamaah melaksanakan shalat Maghrib dan Isya dengan jamak dan mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah. Muzdalifah juga merupakan tempat mustajab untuk berdoa, terutama di waktu sepertiga malam terakhir atau menjelang subuh, waktu-waktu yang secara umum juga dikenal sebagai waktu mustajab.

Mina, tempat di mana jamaah tinggal selama beberapa hari untuk melaksanakan jumrah (melempar batu pada tiga pilar), juga menjadi lokasi untuk memperbanyak doa dan ibadah. Selama hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), jamaah tidak hanya melaksanakan ritual melempar jumrah tetapi juga memperbanyak dzikir, doa, dan berbagai ibadah sunnah lainnya.

Waktu setelah melempar jumrah dipandang sebagai momen yang baik untuk berdoa. Tradisi yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW menunjukkan bahwa beliau berdoa dengan mengangkat tangan setelah melempar jumrah pertama dan kedua, menghadap kiblat dengan penuh kekhusyukan.

Memahami Makna Mustajab dalam Konteks Spiritual

Konsep tempat mustajab dalam Islam tidak berarti bahwa Allah SWT hanya mengabulkan doa di lokasi-lokasi tertentu. Ulama menjelaskan bahwa setiap tempat yang bersih dan suci bisa menjadi tempat berdoa yang baik. Namun, lokasi-lokasi tertentu di Tanah Suci memiliki keutamaan tambahan berdasarkan dalil-dalil syar’i dan praktek Nabi serta para sahabat.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda