Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Rusia Mengamuk: 8.150 Drone Hantam Ukraina dalam Serangan Terbesar

Ilustrasi serangan masif drone dan rudal Rusia menghantam kota-kota Ukraina dalam operasi militer terbesar
Rusia Mengamuk. (Ilustrasi: AI)

Rusia melancarkan serangan udara terbesar dalam sejarah konflik Ukraina dengan menembakkan 8.150 drone dan rudal dalam gelombang simultan yang menargetkan infrastruktur kritis di seluruh negara. Ibu kota Kyiv kembali dihantam rudal-rudal yang digambarkan sebagai “ganas” oleh pihak pertahanan Ukraina, sementara kota-kota besar lainnya menghadapi hujan proyektil yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala konflik modern.

Serangan yang dilaporkan media Rusia dan dikonfirmasi oleh berbagai sumber internasional ini menandai eskalasi dramatis dalam strategi militer Moskow. Penggunaan kombinasi masif antara drone kamikaze dan rudal jarak jauh menunjukkan pergeseran taktis menuju perang attrisi teknologi tinggi yang bertujuan melumpuhkan kapasitas pertahanan dan infrastruktur energi Ukraina menjelang musim dingin.

Latar Belakang Eskalasi Serangan Udara

Serangan masif ini terjadi dalam konteks memburuknya hubungan diplomatik pasca-peringatan Rusia kepada diplomat asing untuk meninggalkan Kyiv, sebuah langkah yang sebelumnya memicu panggilan Uni Eropa terhadap perwakilan Rusia di Brussel. Moskow telah konsisten meningkatkan intensitas serangan udara sejak awal tahun 2026, dengan pola serangan yang semakin fokus pada kelumpuhan infrastruktur kritis dibanding target militer konvensional.

Pengamat militer mencatat bahwa jumlah 8.150 proyektil dalam satu gelombang serangan melampaui kapasitas produksi harian yang sebelumnya diperkirakan intelijen Barat. Ini mengindikasikan Rusia telah menimbun persediaan atau meningkatkan kapasitas produksi industri pertahanannya secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan dengan bantuan transfer teknologi dari sekutu.

Drone yang digunakan sebagian besar adalah model Shahed-136 Iran dan varian lokal Rusia, yang diproduksi massal dengan biaya rendah namun efektif dalam menghabiskan sistem pertahanan udara Ukraina. Sementara rudal jarak jauh yang digunakan termasuk Kalibr dan Kh-101, yang diluncurkan dari platform laut dan udara di luar jangkauan respons Ukraina.

Detail Serangan dan Target Kritis

Serangan dimulai pada dini hari waktu setempat dengan gelombang pertama drone yang dirancang untuk menguras sistem pertahanan udara Ukraina. Dalam pola yang telah menjadi standar taktik Rusia, drone murah dikirim lebih dulu untuk memaksa Ukraina mengaktifkan radar dan menghabiskan rudal interseptor, sebelum gelombang kedua rudal presisi tinggi ditembakkan ke target bernilai tinggi.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 13 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis