Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Meski Asing Jual Rp 1,2 T

Layar digital bursa saham Indonesia menampilkan grafik IHSG menguat dengan aktivitas perdagangan
(Ilustrasi: AI)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (3/6/2026) dengan penguatan tipis namun signifikan di tengah tekanan aksi jual asing yang mencapai Rp 1,2 triliun. Kenaikan indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dipimpin oleh sektor energi yang melonjak seiring reli harga minyak mentah dunia, sementara investor asing masih melanjutkan tren pelepasan saham yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir.

Analis pasar memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, meskipun menghadapi sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap 10 sentimen besar yang mencakup dinamika geopolitik Timur Tengah, kebijakan moneter global, hingga kinerja emiten domestik yang akan merilis laporan keuangan kuartal II-2026.

Penguatan IHSG di Tengah Tekanan Jual Asing

IHSG ditutup menguat 0,38 persen atau 28,45 poin ke level 7.572,33 pada penutupan perdagangan Selasa sore. Penguatan ini merupakan rebound dari tekanan perdagangan sehari sebelumnya, ketika indeks sempat terkoreksi akibat sentimen negatif dari eskalasi konflik Iran-AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran investor global.

Sektor energi menjadi motor penggerak utama kenaikan IHSG hari ini, dengan indeks sektoral energi menguat hingga 2,1 persen. Saham-saham emiten energi seperti produsen minyak dan gas bumi (migas) serta perusahaan batu bara mencatat kenaikan signifikan seiring harga minyak mentah Brent yang menembus USD 84 per barel, tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Lonjakan harga energi global ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah pasca serangan Iran terhadap aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Namun penguatan IHSG tidak sepenuhnya merata. Sektor keuangan dan konsumer mencatat pelemahan tipis, dengan saham-saham perbankan besar terkoreksi akibat kekhawatiran dampak kenaikan suku bunga global terhadap margin bunga bersih (net interest margin). Volume perdagangan tercatat 18,2 miliar saham senilai Rp 11,4 triliun, sedikit di bawah rata-rata harian tahun ini.

Aksi Jual Asing Dominan: Rp 1,2 Triliun Keluar Pasar

Halaman:1234Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda