Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Turun ke 5.800-an, Investor Asing Lepas Saham Rp 1,5 T

Layar digital Bursa Efek Indonesia menampilkan grafik penurunan IHSG dengan warna merah
(Ilustrasi: AI)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (4/6/2026), anjlok ke level 5.800-an setelah sempat menguat sehari sebelumnya. Pelemahan indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menandai volatilitas tinggi yang melanda pasar modal domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut.

Penurunan IHSG didorong terutama oleh aksi jual besar-besaran investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp 1,5 triliun dalam satu hari perdagangan. Angka ini melanjutkan tren pelepasan kepemilikan asing yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir, mencerminkan sentimen negatif terhadap pasar emerging market termasuk Indonesia.

Direktur PT Purbaya Yudhistira Sekuritas menenangkan investor dengan menyatakan bahwa koreksi ini tidak perlu ditakuti secara berlebihan, mengingat daya beli masyarakat Indonesia masih terjaga kuat. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa fundamental ekonomi domestik dinilai masih solid meskipun menghadapi tekanan eksternal.

Latar Belakang Pelemahan IHSG

Penurunan IHSG ke level 5.800-an ini menjadi pembalikan drastis dari penguatan yang terjadi pada Selasa (3/6/2026), ketika indeks sempat ditutup menguat dipimpin oleh saham-saham sektor energi. Kenaikan harga minyak dunia pada waktu itu sempat memberikan sentimen positif bagi pasar domestik.

Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama. Faktor eksternal kembali mendominasi arah pergerakan pasar, dengan investor asing memilih untuk mengamankan posisi mereka di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang meningkat. Kebijakan moneter bank sentral global yang masih ketat, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali di berbagai negara maju, serta kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi China menjadi beberapa sentimen negatif yang mempengaruhi keputusan investasi.

Tren pelepasan kepemilikan asing ini sebenarnya telah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Data menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, investor asing telah mencatat net sell kumulatif yang signifikan dari pasar saham Indonesia, mencerminkan fenomena capital outflow yang lebih luas dari pasar emerging market menuju aset-aset safe haven seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat dan mata uang dolar.

Detail Pergerakan Pasar dan Sektor yang Tertekan

Perdagangan hari ini menunjukkan tekanan yang merata di hampir seluruh sektor. Saham-saham blue chip yang biasanya menjadi pilihan investor institusional juga mengalami koreksi tajam, dengan beberapa saham perbankan dan konsumer mencatat penurunan antara 2-4 persen dalam satu hari perdagangan.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda