Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
Teknologi Pendukung Piala Dunia 2026: VAR Canggih, Stadion Pintar, Hingga AI Wasit   ·   Harga BBM Pertamina 6 Juli 2026 Terbaru: Daftar Lengkap Pertalite Pertamax Dexlite   ·   Inflasi Juni 2026 Tembus 3,34 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi via Program…   ·   Dinamika IPO Juli 2026: RANS Entertainment Jadi Sorotan, Investor Diminta Cermati Fundamental   ·   RI Resmikan Perdagangan Karbon: Mesin Baru Ekonomi Hijau dengan Target Transaksi Rp5…   ·   5 Fakta Stadion Azteca Mexico City 2026: Altitude, Kapasitas & Sejarah Piala…   ·   Prediksi Meksiko vs Inggris Piala Dunia 2026 16 Besar: Jadwal, H2H &…   ·   Ramalan Shio Hari Ini Senin 6 Juli 2026: Simak Peruntungan dan Panduannya   ·  
HIBURAN

Sandy Tumiwa Hapus Foto Editan Bareng Tessa Kaunang dan Minta Maaf

Sandy Tumiwa Hapus Foto Editan Bareng Tessa Kaunang dan Minta Maaf
Sandy Tumiwa hapus foto editan bareng Tessa Kaunang dan minta maaf setelah mendapat kritik keras karena menggunakan citra Tessa tanpa izin. (Ilustrasi: AI)

Pada saat yang sama, Tessa juga menekankan masalah etika yang lebih fundamental: izin dan privasi. Ia tidak pernah memberikan persetujuan kepada Sandy untuk menggunakan fotonya, apalagi mengubahnya menjadi narasi yang sama sekali berbeda dari identitas aktualnya. Hal ini, menurut Tessa, merupakan bentuk fitnah digital yang serius.

Respons Awal Sandy dan Penjelasan yang Tidak Diterima

Ketika kritik mulai berdatangan, Sandy mencoba memberi penjelasan. Ia berkata bahwa editan foto itu adalah bentuk apresiasi—though tidak jelas apresiasi terhadap apa atau siapa. “Ini apresiasi saya untuk dia,” ujar Sandy dalam sebuah respons yang kemudian tersebar di media sosial dan grup-grup tanggung jawab publik figur publik.

Namun penjelasan itu tidak berhasil meredam kemarahan Tessa atau menumpas kritik publik. Justru sebaliknya—respons Sandy malah memperburuk situasi. Banyak pengguna media sosial menganggap penjelasannya dangkal, tidak autentik, dan tidak menunjukkan pemahaman sejati atas apa yang salah dari tindakannya.

Di balik respons Sandy yang terasa dipaksa itu, nampak pertentangan fundamental antara dua pandangan berbeda tentang penggunaan citra digital dan representasi online. Sandy tampaknya berpandangan bahwa mengedit foto seseorang untuk tujuan apresiasi adalah hal yang wajar dan bahkan positif. Sebaliknya, Tessa dan banyak pendukungnya berpandangan bahwa manipulasi citra tanpa izin, khususnya yang menyangkut identitas religius, adalah pelanggaran privasi yang serius.

Penghapusan dan Permintaan Maaf: Langkah Mundur

Setelah beberapa hari tekanan publik terus berdatangan, Sandy akhirnya mengambil keputusan untuk menarik kembali postingannya. Ia menghapus foto editan tersebut dari akun Instagram-nya dan mengeluarkan pernyataan permintaan maaf yang lebih substansial dibanding respons awalnya.

Dalam pernyataan maafnya, Sandy mengakui bahwa tindakannya telah melanggar privasi Tessa dan menggunakan citra Tessa tanpa seizin. Pengakuan ini dianggap oleh banyak pengamat sebagai bukti bahwa Sandy telah merenungkan tindakannya dan memahami kesalahan yang telah diperbuat.

Langkah penghapusan dan permintaan maaf ini juga membawa implikasi hukum dan etika yang lebih luas. Di Indonesia, tindakan mengedit atau memanipulasi foto seseorang untuk menyebarkan narasi palsu atau merusak reputasi dapat berpotensi melanggar UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik), terutama pasal-pasal yang menyangkut fitnah digital atau pencemaran nama baik.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda