Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Setyo Budiyanto: Digitalisasi Sistem Pemerintah Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Tidak Menghilangkan Praktik Korupsi

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan materi tentang digitalisasi dan korupsi di acara e-learning ASN LAN RI Jakarta
Setyo Budiyanto. (Ilustrasi: AI)

Meski pemerintah terus mengembangkan sistem digital yang canggih dengan investasi miliaran rupiah, Setyo menekankan bahwa faktor manusia tetap menjadi elemen terpenting. Tanpa sikap integritas yang kuat, secanggih apapun teknologi yang diadopsi tidak akan mampu mencegah praktik korupsi.

“Kembali kepada sumber daya manusianya. Itu yang paling penting,” tegasnya dalam acara yang dihadiri para ASN dari berbagai institusi pemerintah. Pernyataan ini bukan sekadar slogan motivasi, melainkan hasil dari analisis mendalam KPK terhadap dinamika korupsi di era digital.

Selama lima tahun terakhir, KPK mencatat peningkatan kasus korupsi yang melibatkan manipulasi sistem digital. Data internal KPK menunjukkan bahwa setidaknya 30 persen dari kasus pengadaan barang dan jasa yang ditangani melibatkan elemen manipulasi sistem elektronik atau data palsu yang dimasukkan melalui akses admin.

Pesan Setyo kepada seluruh ASN jelas: jangan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya agar program digitalisasi yang telah disiapkan pemerintah tidak menjadi sia-sia. Investasi besar dalam infrastruktur digital—yang mencapai puluhan triliun rupiah dalam dekade ini—hanya akan membuahkan hasil jika didukung oleh komitmen para aparatur untuk bertindak jujur dan profesional.

Digitalisasi Tanpa Etika Adalah Ancaman

Paradoks yang disampaikan Setyo menunjukkan dilema fundamental dalam pemberantasan korupsi modern. Semakin canggih teknologi, semakin besar potensi kerugian jika disalahgunakan. Sistem yang dirancang untuk transparansi bisa dibalikkan menjadi alat untuk menutupi transaksi ilegal jika operator sistem memiliki niat buruk.

Program e-learning ASN yang diluncurkan hari itu adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi aparatur dalam menggunakan sistem digital secara etis. KPK berkolaborasi dengan LAN RI untuk menyusun kurikulum yang tidak hanya mengajarkan teknis penggunaan platform, tetapi juga nilai-nilai integritas dan tanggung jawab.

Setyo mengatakan bahwa ASN harus memahami bahwa mereka adalah gatekeeper—penjaga pintu—dalam sistem pemerintahan. Setiap keputusan kecil di tingkat operasional bisa berdampak besar pada efektivitas program pemerintah. “Jangan anggap pekerjaan administratif sebagai hal sepele. Setiap tanda tangan, setiap persetujuan, punya konsekuensi,” ucapnya.

Pernyataan Ketua KPK ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya soal teknologi, melainkan juga budaya kerja dan etika dari setiap individu dalam birokrasi. Upaya digitalisasi harus beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kesadaran moral ASN agar sistem yang modern tidak malah menjadi sarana baru untuk berbuat curang. Tanpa sinergi ini, investasi digital akan menjadi sia-sia dan kepercayaan publik terhadap pemerintah akan terus terkikis.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda