Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INFRASTRUKTUR

Tantangan Energi Terbarukan Indonesia: Potensi 3.687 GW, Realisasi Baru 1%

Tantangan Energi Terbarukan Indonesia
Ilustrasi. (Ilustrasi: AI)

IEA dan IESR sama-sama mencatat inkonsistensi kebijakan sebagai kendala sistemik. Aturan sering berubah seiring pergantian kepemimpinan, kewenangan pusat dan daerah kerap tumpang tindih, dan sejumlah regulasi masih lebih menguntungkan energi fosil.

Indonesia tetap menjadi eksportir batu bara terbesar dunia. Ketergantungan pada komoditas ini menciptakan dilema nyata: mendorong transisi EBT berarti menggerus pendapatan dari sektor yang selama ini menjadi tulang punggung devisa.

Ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ketat juga menjadi hambatan tersendiri. Persyaratannya sering melebihi kesiapan industri manufaktur lokal, sehingga proyek EBT terganjal di tahap pengadaan komponen.

Masalah Lahan dan Penolakan Warga Tak Bisa Diabaikan

Di tingkat lapangan, proyek EBT skala besar menghadapi resistensi sosial yang tidak kecil. Kebutuhan lahan luas kerap berbenturan dengan kawasan pertanian, hutan lindung, dan wilayah adat. Sosialisasi yang kurang dan minimnya manfaat langsung bagi warga sekitar memicu penolakan di berbagai daerah.

Dampak lingkungan pun tak bisa diabaikan begitu saja. Pembangkit listrik tenaga air berskala besar, misalnya, berpotensi mengubah pola aliran sungai dan mengganggu habitat satwa. Ini menjadi perhatian tersendiri, terutama di kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi seperti Kalimantan dan Papua.

Kementerian ESDM menyebutkan pemerintah tengah menyiapkan skema pembagian manfaat yang lebih transparan bagi masyarakat sekitar proyek, sekaligus memperkuat proses sosialisasi sebelum konstruksi dimulai.

Langkah Pemerintah ke Depan

Untuk mendorong akselerasi, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret: rencana pembangunan jaringan listrik antarpulau atau super grid, pengembangan sistem penyimpanan energi baterai skala besar, serta penerapan manajemen jaringan pintar (smart grid).

Target 2025 yang meleset pada bauran EBT baru 17,89% dari sasaran 23% membuat tekanan semakin besar menjelang 2030. Tanpa penyelesaian hambatan struktural secara bersamaan, gap antara potensi 3.687 GW dan realisasi di lapangan akan terus melebar.

Indikator Data
Potensi EBT nasional 3.687 GW
Bauran EBT April 2026 17,89%
Target bauran EBT 2025 23%
Target tahunan (terpenuhi) 16,46%
Realisasi investasi EBT 2025 USD 2,4 miliar
Target netral karbon 2060
Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 26 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online