Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Program Kompor Listrik 2027, Bahlil Janji Pakai Teknologi Terbaru

Program Kompor Listrik 2027, Bahlil Janji Pakai Teknologi Terbaru -…
Credit: JournalArta. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Pemerintah mengalokasikan Rp815,56 miliar khusus untuk program kompor listrik pada tahun anggaran 2027 — angka yang cukup besar, tapi programnya sendiri belum rampung dikonsep. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjanjikan teknologi terbaru akan dipakai, bukan sekadar daur ulang program lama yang pernah gagal.

Program ini masuk ke dokumen rapat kerja Kementerian ESDM bersama Komisi XII DPR RI pada 15 Juni 2026, tercantum sebagai program strategis infrastruktur dalam Pagu Indikatif TA 2027. Bahlil menegaskan pemerintah tengah mengkaji selisih performa antara kompor listrik generasi lama dengan yang baru.

“Kita juga sekarang sedang melakukan penataan terhadap seberapa besar perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru,” ujar Bahlil.

Masih Digodok, Belum Ada Keputusan Final

Jangan bayangkan program ini sudah siap jalan. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, terus terang menyebut programnya baru sampai tahap konsep.

“Belum sejauh itu, kompor listrik itu baru mau dikonsepkan dulu. Kita masih berhitung, makanya tadi anggaran memang sudah ada indikatifnya. Namun, kita baru mau diskusi dengan Bappenas, karena sekarang paralel sedang melakukan kajian untuk konversi kompor listrik,” kata Eniya.

Artinya, meski angka anggaran sudah tertera di dokumen resmi DPR, detail teknisnya — dari mekanisme penyaluran hingga wilayah prioritas — belum ditetapkan sama sekali. Ini bukan lampu hijau penuh. Ini lampu kuning yang sedang berkedip.

Kajian mendalam masih berjalan bersama sejumlah pihak terkait. Koordinasi dengan Bappenas pun baru akan dimulai secara formal.

Kriteria Daerah: Listrik Stabil dan Surplus

Satu hal yang sudah mulai tergambar: daerah mana yang bakal diprioritaskan. Eniya memberikan gambaran awal — wilayah dengan pasokan listrik melimpah dan stabil akan menjadi kandidat utama.

“Ini nanti kan kalau pengguna kompor listrik, pasti tempat yang listriknya stabil. Itu kan salah satu kriteria yang mudah kita prediksi ya, lalu tempat yang mungkin surplus listrik dalam satu sistem. Kita sedang bahas dengan PLN juga,” jelasnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda