“Profil pengunjung yang berpendidikan dan aktif secara ekonomi ini membuka peluang signifikan. Kelompok ini berpotensi menjadi pengunjung setia di penyelenggaraan Kabogorfest berikutnya, menciptakan loyalitas jangka panjang,” kata Bambang Widodo. Diskominfo telah merencanakan program membership khusus untuk 150 pengunjung teratas yang diminta komitmen kembali hadir pada 2027.
Semua Aspek Operasional Melampaui Standar Minimum
Penilaian menyeluruh terhadap Kabogorfest 2026 mencapai 82,99 dari skala 100, melampaui standar kepuasan yang ditetapkan pemerintah kabupaten sebesar 75 poin. Yang paling penting: semua kategori aspek penilaian mencatat nilai di atas 80—ambang minimum kepuasan yang ditetapkan sebelum acara berlangsung.
Pertunjukan kegiatan acara meraih penilaian tertinggi dengan skor 84,82. Kategori ini mencakup kualitas penampilan artis, program hiburan edukatif, dan koordinasi antar booth. Aspek UMKM dan tenant lokal menempati posisi kedua dengan nilai 83,15, mencerminkan keberhasilan integrasi ekonomi daerah melalui penyediaan 487 stan untuk pedagang lokal yang menjual berbagai produk dari kerajinan tangan hingga makanan tradisional.
Kebersihan area acara mencatatkan 82,86. Tim kebersihan yang berjumlah 80 orang bekerja shift 24 jam selama penyelenggaraan memastikan setiap sudut lapangan terjaga. Kemudahan akses mencapai 82,56, didukung oleh penambahan parkir sementara berkapasitas 2.000 kendaraan dan akses angkutan umum yang ditingkatkan. Aspek keamanan dan ketertiban mencatat 81,55, teratas di antara acara sejenis di Jawa Barat berdasarkan perbandingan dengan survei Diskominfo provinsi tahun lalu.
“Keamanan adalah prioritas utama kami. Kami mengerahkan 250 personel keamanan, termasuk polisi, satuan polisi pamong praja, dan security swasta, serta meningkatkan patroli dan pengawasan CCTV,” kata Kapolres Bogor Tengah AKP Suswanto dalam kesempatan terpisah. Tidak ada kejadian kriminal serius selama tiga hari acara.
Dampak Ekonomi Nyata bagi Ribuan Pelaku Usaha Lokal
Kepala Diskominfo menekankan bahwa Kabogorfest bukan sekadar hiburan semata, melainkan mekanisme konkret untuk mendorong ekonomi daerah. Tingginya kepuasan pengunjung terhadap aspek UMKM (83,15) mengindikasikan bahwa acara ini memberikan dampak ekonomi terukur bagi pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Diskominfo setelah penutupan acara, dari 487 tenant yang hadir, rata-rata pendapatan penjualan mencapai Rp 4,2 juta per tenant selama tiga hari penyelenggaraan. Kelompok penjual makanan dan minuman mencatat omset tertinggi dengan rata-rata Rp 6,8 juta, sementara kerajinan dan souvenir mencapai Rp 2,9 juta per tenant. Kesempatan berjualan yang diberikan menciptakan ekosistem bisnis sementara yang sehat dan menguntungkan bagi ribuan orang—dari penjual langsung hingga supplier dan transportir.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.