Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prabowo Menjamu Presiden Jerman Steinmeier, Perkuat Hubungan Diplomatik

Prabowo Sambut Presiden Jerman Steinmeier, Perkuat Hubungan Diplomatik
Presiden Prabowo Subianto sambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: BPMI Setpres /JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMPresiden Prabowo Subianto menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026). Jamuan ini menjadi puncak simbolik dari kunjungan kenegaraan Steinmeier beserta istrinya, Elke Büdenbender, yang menandai hampir 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Indonesia dan Jerman tengah menjajaki penguatan kerja sama di tengah tekanan geopolitik global yang makin tak menentu dan momentum kunjungan ini dinilai strategis untuk mengunci komitmen bersama.

Prabowo: Jerman Punya Tempat Istimewa bagi Indonesia

Dalam sambutan di hadapan tamu kenegaraan, Prabowo berbicara hangat dan personal. Ia mengakui Jerman bukan sekadar mitra dagang, tapi juga sumber inspirasi panjang bagi bangsa Indonesia.

“Saya menghargai perbincangan yang hangat, terbuka, dan produktif yang telah kita lakukan pada hari ini. Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia. Selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita menjadikan Jerman salah satu mitra penting di Eropa,” kata Prabowo.

Ia menyebut Jerman secara konsisten menjadi rujukan dalam hal inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, dan penghormatan terhadap hukum serta institusi. Buktinya konkret: ribuan warga Indonesia telah menempuh pendidikan dan pelatihan di sana. Bahkan, Presiden ketiga Indonesia B.J. Habibie dikenal punya pengalaman panjang bekerja dan belajar di Jerman.

“Presiden ketiga Indonesia juga memiliki pengalaman panjang menempuh pendidikan dan bekerja di Jerman,” ujar Prabowo.

Pengalaman Pribadi 1981 dan Akar Hubungan Pra-Kemerdekaan

Prabowo tak hanya bicara soal negara. Ia menyentuh pengalaman pribadinya pada tahun 1981, ia sendiri menjalani pelatihan militer di Jerman.

“Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981,” ungkapnya.

Fakta itu memperkuat argumennya bahwa hubungan Indonesia-Jerman bukan sekadar relasi formal antarpemerintah, melainkan ikatan yang berakar dalam bahkan sebelum Indonesia merdeka. Jerman, kata Prabowo, sudah lama memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional lewat lingkungan akademik.

“Meskipun kedua negara akan segera merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, akar hubungan kita sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka,” ucap Prabowo.

Harapan Kerja Sama di Tengah Ketidakpastian Global

Prabowo menutup sambutannya dengan pesan yang bernuansa geopolitik. Di saat banyak negara menarik diri ke dalam, ia mendorong Indonesia dan Jerman justru mempererat jalinan.

“Saya berharap kunjungan Anda dapat semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini,” tuturnya.

Kunjungan Steinmeier ke Jakarta berlangsung di momen yang sensitif secara global ketika fragmentasi rantai pasok dunia, tekanan inflasi, dan persaingan kekuatan besar membuat negara-negara berkembang seperti Indonesia butuh mitra andal di Eropa. Jerman, sebagai ekonomi terbesar Eropa, adalah kandidat alami.

Prabowo menutup jamuan dengan doa singkat yang tulus: “Saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenbender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat.”

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda