Hari Eksekusi: Tegang Namun Tertib
Pada Selasa pukul 08.00 pagi, kendaraan rombongan aparat mulai berdatangan di depan Hotel Sultan. Petugas Bailiff dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membawa dokumen eksekusi asli. Mereka didampingi personel keamanan yang berjumlah sekitar 80 orang dari Polda Metro Jaya.
Saat itu, hotel masih beroperasi. Sekitar 120-150 tamu menginap, staf karyawan sedang menjalankan shift pagi. Pemberitahuan melalui speaker sistem disampaikan oleh Bailiff kepada pengelola: “Demi keadilan, atas nama Presiden Republik Indonesia, gedung ini sedang dieksekusi berdasarkan Penetapan No. 2024/Pdt.G/PN.Jkt.Pst yang telah berkekuatan hukum tetap.”
Evakuasi berjalan dalam waktu dua jam. Tamu diminta keluar dengan membawa barang berharga mereka. Beberapa terlihat bingung, ada yang cemas kehilangan dokumen penting yang ditinggal di kamar. Staf hotel membantu proses logistik, menyediakan tas plastik dan informasi lokasi menginap darurat yang telah dikoordinasikan dengan hotel lain sejenis.
Pukul 10.30, gedung dinyatakan kosong dari penghuni sipil. Aparat kemudian melakukan pengamanan menyeluruh, mencatat inventaris aset, dan membatasi akses. Ruang-ruang penting seperti cashier, management office, dan gudang disegel dengan stempel pemerintah. Bendera merah putih dikibarkan di lobby sebagai simbol baru penguasaan.
Reaksi dan Momentum Protes
Sejak pukul 09.00, dukungan dari salah satu kelompok pihak yang bersengketa mulai berdatangan di area sekitar hotel. Sekitar 200-300 orang menggelar aksi di trotoar, membawa spanduk bertuliskan “Keputusan Tidak Adil,” “Hukum Kami Rebut Kembali,” dan sejumlah slogan lain. Mereka menganggap putusan pengadilan telah mengabaikan bukti dan hak mereka.
“Kami sudah membuktikan kepemilikan kami. Tapi hakim tidak mendengarkan,” ungkap Siti Nurhaliza, 62 tahun, yang mengaku sebagai keturunan pemilik awal hotel. Dia turut menonton aksi dari kejauhan sambil sesekali melambaikan bendera kecil. “Ini adalah hari paling sedih dalam hidup saya.”
Polda Metro berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengarahkan massa tetap berada di area yang sudah ditentukan, tidak mendekat ke bangunan. Dialog dilakukan secara damai. Sekitar pukul 13.00, orasi berakhir, dan peserta aksi secara bertahap meninggalkan lokasi tanpa insiden kekerasan atau penangkapan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.