Kolaborasi Pemprov Babel dan UGM di desa
Denny menegaskan kerja sama Pemprov Babel dan UGM diharapkan mendorong transformasi UMKM yang lebih maju, legal, dan berdaya saing. Bagi daerah, penguatan UMKM desa bukan isu sampingan. Ini terkait langsung dengan ekonomi lokal, terutama ketika desa menjadi ruang produksi sekaligus pasar awal bagi banyak barang kebutuhan harian.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Tahun 2026, menurut dia, diharapkan bisa menghadirkan program yang terasa manfaatnya oleh masyarakat. Program itu tidak mesti besar, tetapi harus menyasar persoalan yang dekat dengan warga. Pada banyak kasus, persoalan paling dasar justru ada di urusan legalitas dan pengetahuan administrasi.
Jika mahasiswa berhasil membantu satu pelaku usaha memperoleh NIB, atau satu kelompok usaha mengurus sertifikasi halal, dampaknya bisa merembet ke usaha lain di desa yang sama. Warga cenderung meniru yang sudah berhasil. Efek berantai seperti ini yang ingin dibangun pemerintah provinsi.
“Dengan bekal pengetahuan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Denny.
Pesan terakhir itu menutup arah kebijakan DKUKM Babel dengan cukup jelas: mahasiswa tidak cukup hanya datang untuk memenuhi jadwal KKN. Mereka diminta pulang membawa jejak. Dan di desa, jejak paling terasa sering kali bukan berupa seminar, melainkan satu usaha kecil yang akhirnya punya NIB dan izin halal yang sah.
Kalau pendampingan ini berjalan mulus, desa tak hanya mendapat kunjungan mahasiswa. Desa juga mendapat pintu baru untuk membuat UMKM desa lebih resmi, lebih dipercaya, dan lebih siap masuk ke pasar yang lebih luas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.