Senin, 22 Juni 2026 WIB
BREAKING
KEBIJAKAN PUBLIK

Munas III PJS 2026: Momentum Bersejarah Mengukuhkan Langkah ke Gerbang Dewan Pers

Munas III PJS 2026
PJS Gelar Munas III Juli 2026, Bidik Status Konstituen Dewan Pers. Foto: KBO Babel/JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pro Jurnalis Media Siber (PJS) akan menggelar Musyawarah Nasional III pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta, dengan satu target besar yaitu meraih pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers. Forum tertinggi organisasi ini bukan agenda rutin biasa.

Munas III membawa tema “Pers Berintegritas, Bangsa Bermartabat, Demokrasi Kuat” dan substansinya langsung menyentuh kebutuhan mendesak dunia pers siber nasional yang kini berhadapan dengan gelombang disinformasi dan persaingan konten digital yang kian brutal.

Konsolidasi dari Sabang hingga Merauke

Dalam beberapa tahun terakhir, PJS tumbuh cukup pesat. Kepengurusan sudah terbentuk di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota. Pertumbuhan itu dibarengi program pelatihan jurnalistik, penguatan pemahaman Kode Etik Jurnalistik, serta berbagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya anggota.

Ketua DPD PJS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rikky Fermana, menyebut Munas III sebagai momen bersejarah. Bukan lebay. Status konstituen Dewan Pers, kalau tercapai, akan menjadi legitimasi formal sekaligus penguat posisi PJS di ekosistem pers Indonesia.

“Musyawarah Nasional III merupakan momen bersejarah bagi seluruh keluarga besar PJS. Pencapaian menjadi konstituen Dewan Pers akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat eksistensi media siber yang profesional dan berintegritas,” ujar Rikky, Senin (22/6/2026).

Perjuangan menuju konstituen Dewan Pers, kata Rikky, bukan hanya agenda pengurus pusat. Itu harapan kolektif anggota dari seluruh penjuru negeri.

Tantangan Nyata di Era Digital

Rikky tak menutup mata soal lanskap media yang berubah drastis. Teknologi informasi bukan hanya mempercepat penyebaran berita tapi sekaligus membuka ruang lebar bagi hoaks dan konten rendahan yang berseliweran di platform digital.

Inilah yang membuat keberadaan organisasi pers yang kuat menjadi krusial. Bukan sekadar wadah berkumpul, tapi sebagai penjaga standar.

“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Keberadaan organisasi pers yang kuat, profesional, dan berintegritas menjadi kebutuhan penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Rikky.

Ia juga menyoroti bahwa pengakuan Dewan Pers nantinya bukan sekadar cap administratif. Statusnya akan memperkuat legitimasi PJS dalam mendorong lahirnya wartawan yang kompeten, independen, dan bertanggung jawab di tengah tekanan komersial dan politik yang kerap mengancam ruang redaksi.

Seruan Soliditas untuk Anggota Babel

Rikky secara khusus mengajak anggota PJS di Bangka Belitung untuk menjaga kekompakan menjelang Munas. Soliditas daerah, menurutnya, adalah fondasi kekuatan organisasi di tingkat nasional.

Perjuangan menuju Dewan Pers pada dasarnya adalah ikhtiar bersama untuk menjaga marwah profesi wartawan, mendorong kualitas media siber, dan mempertegas peran pers sebagai pilar demokrasi yang sehat.

“Ini adalah perjuangan bersama demi terwujudnya pers yang berintegritas, bangsa yang bermartabat, dan demokrasi yang semakin kuat,” tegasnya.

PJS optimistis Munas III Jakarta akan membuka babak baru. Dengan jaringan yang sudah tersebar nasional dan rekam jejak program pemberdayaan anggota, organisasi ini berharap keluar dari forum Juli mendatang sebagai entitas pers yang semakin diperhitungkan dan selangkah lebih dekat ke pintu Dewan Pers.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda