CANBERRA, Journalarta.com β Penjualan kacang impor ilegal di Australia kini diselidiki otoritas biosekuriti setelah muncul dugaan kacang tanah mentah impor dijual langsung ke konsumen tanpa memenuhi aturan karantina. Kasus ini memicu kekhawatiran serius di kalangan industri karena berpotensi membuka jalan bagi penyakit tanaman asing masuk ke sentra produksi kacang tanah di negeri itu.
Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia atau Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF) menyatakan laporan itu sedang diperiksa. Dalam pernyataan tertulis, juru bicara DAFF menegaskan pemerintah menanggapi perkara ini dengan serius dan akan mengambil langkah penegakan hukum yang kuat bila pelanggaran ditemukan.
Kasus ini mencuat setelah Sonie Crumpton, general manager Crumpton Interstate, perusahaan pengolah kacang tanah terbesar di Australia yang juga petani besar berbasis di Kingaroy, mengaku menerima laporan dari pelanggan di Sydney dan Melbourne pada April. Mereka menemukan kemasan kacang yang dicurigai dijual di toko. Timnya lalu menguji produk itu. Hasilnya, kacang dinilai masih bisa berkecambah. Itu tanda penting. Artinya, kacang tersebut kemungkinan belum diproses sesuai aturan.
Apa yang dilanggar dalam aturan biosekuriti
Di bawah hukum Australia, kacang tanah mentah impor wajib datang dengan sertifikat fitosanitari, yakni dokumen resmi yang menyatakan produk memenuhi persyaratan kesehatan tanaman Australia. Alternatifnya, kacang itu harus diproses di fasilitas yang disetujui sebelum boleh dijual. Jika importir atau penjual melewati kewajiban itu, pelanggaran dianggap serius karena produk pertanian mentah bisa membawa hama, jamur, atau patogen yang tidak ada di Australia.
Crumpton menduga kacang itu masuk dalam jumlah besar, kemungkinan dari China dan Brasil, lewat Melbourne sebelum diedarkan ke berbagai wilayah, termasuk melalui pasar daring. Ia menilai arus distribusi yang luas membuat pengawasan makin rumit. Satu paket lolos saja bisa menimbulkan masalah besar. Soalnya, konsumen ritel tidak selalu tahu asal barang yang mereka beli.
βKami sudah empat dan lima generasi di bisnis ini, dan saya belum pernah melihat yang seperti ini,β kata Crumpton. Pernyataan itu menggambarkan betapa tidak lazimnya temuan tersebut bagi pelaku industri kacang tanah di Australia, yang selama ini sangat bergantung pada standar biosekuriti ketat untuk menjaga kebun dan lahan produksi tetap aman.
Ancaman penyakit tanaman ke sentra produksi
Kekhawatiran terbesar datang dari Graeme Wright, konsultan tanaman di Kingaroy sekaligus mantan pemulia kacang tanah yang sudah puluhan tahun bekerja di sektor itu. Wright menyoroti risiko masuknya peanut smut, penyakit tular tanah yang telah memberi dampak besar pada industri kacang tanah komersial di Amerika Selatan. Ia menilai, bila penyakit itu pernah menetap di Australia, dampaknya bisa sangat luas.
βKalau kami pernah kena penyakit itu di sini, itu akan menjadi akhir bagi industri ini,β kata Wright. Ucapan itu terdengar keras, tapi ancaman yang dia maksud memang nyata. Penyakit tular tanah susah diberantas. Begitu masuk ke lahan, pencegahannya mahal dan butuh waktu lama. Petani bisa kehilangan musim tanam, hasil panen turun, dan biaya pengelolaan naik tajam.
Wright juga mengingatkan bahwa risiko tidak berhenti di lahan pertanian skala besar. Seorang pekebun rumahan yang menanam kacang impor mentah dari marketplace daring bisa tanpa sadar membawa penyakit itu ke lingkungan sekitar. Dari situ, spora atau kontaminan lain dapat menyebar lewat tanah, alat berkebun, atau aliran air. Kecil di awal. Besar di ujung.
Tekanan ke menteri dan ancaman sanksi berat
Anggota parlemen federal untuk Maranoa, David Littleproud, mengatakan ia sudah membawa isu ini kepada Menteri Pertanian Julie Collins lebih dari sebulan lalu, namun belum mendapat banyak respons. Ia mendesak pemerintah mengkarantina stok yang diduga tidak patuh aturan dan memaksa importir menarik kembali produk yang terlanjur beredar.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Australia punya sanksi yang sangat berat untuk impor kacang tanah mentah tanpa izin biosekuriti. Sanksinya bisa mencapai 1,65 juta dolar Australia dan 10 tahun penjara untuk individu. Untuk badan usaha, dendanya bisa sampai 8,25 juta dolar Australia. Pemerintah juga bisa menjatuhkan denda perdata tanpa harus menempuh proses pidana.
| Pelanggaran | Sanksi maksimal |
|---|---|
| Individu tanpa izin biosekuriti | AU$1,65 juta dan 10 tahun penjara |
| Badan usaha tanpa izin biosekuriti | AU$8,25 juta |
| Pelaporan perdata | Denda tanpa vonis pidana |
DAFF mengatakan masih menelaah tuduhan itu dan akan bertindak jika memang ada pelanggaran. Bagi industri kacang tanah Australia, penyelidikan ini bukan sekadar soal satu produk di rak toko. Ini soal menjaga garis pertahanan paling dasar dalam pertanian: mencegah penyakit masuk sebelum terlambat. Pemeriksaan berikutnya akan menentukan apakah dugaan itu berhenti sebagai laporan, atau berubah menjadi penarikan produk dan penindakan lebih luas di rantai impor.
π Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.