Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Biar Awet: 9 Tips dari Pabrikan

Baterai Mobil Listri
Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Biar Awet. Foto: pexels

JAKARTA, JOURNALARTA.COMBaterai jadi komponen termahal sebuah mobil listrik. Ganti satu pack bisa tembus Rp 100 juta lebih. Maka, cara merawat baterai mobil listrik tak bisa disamakan dengan aki mobil bensin biasa.

Salah perlakuan, umur baterai bisa anjlok lebih cepat. Sebaliknya, perawatan yang benar bisa bikin baterai bertahan sampai sepuluh tahun. Berikut rangkuman sesuai buku manual BYD, Hyundai, Wuling, dan Tesla. Prinsipnya berlaku untuk dua jenis sel utama: LFP dan NMC.

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik: Jaga SoC 20–80%

SoC alias State of Charge adalah persentase isi baterai. Baterai lithium paling stres saat dibiarkan di 0 persen atau dipaksa 100 persen terus-menerus. Tegangan tinggi di 100 persen mempercepat degradasi sel.

Praktiknya sederhana. Cas harian cukup sampai 80 persen. Colok charger saat baterai sudah di 20–30 persen, jangan tunggu kosong. Cas penuh 100 persen hanya kalau mau perjalanan jauh.

BYD Blade berbasis LFP relatif lebih santai dan boleh penuh sesekali. Tapi NMC seperti di Hyundai dan Kia disarankan menahan di 80 persen untuk pemakaian harian.

Kurangi Fast Charging Harian

DC fast charging memang menggoda. Dari 10 ke 80 persen cuma 30 menit. Tapi panas adalah musuh utama baterai.

Pabrikan menyarankan fast charging dipakai untuk situasi darurat saja. Untuk harian, AC charging 7 kW di rumah jauh lebih ramah ke baterai. Analoginya seperti sprint versus jalan santai. Mana yang bikin tubuh lebih awet?

Hati-hati Saat Parkir Lama

Mau mudik dua minggu? Jangan tinggalkan mobil dengan baterai 100 atau 0 persen. Kombinasi baterai penuh plus suhu panas adalah resep degradasi tercepat.

Untuk penyimpanan jangka panjang, pabrikan menyarankan SoC di kisaran 50–60 persen. Cabut charger. Tiap satu sampai dua bulan, cek kondisinya. Kalau turun ke 40 persen, isi sedikit hingga 60 persen lagi.

Jaga Suhu dari Panas Ekstrem

Baterai lithium membenci dua hal: panas di atas 40 derajat dan dingin ekstrem di bawah 0 derajat. Di iklim tropis Indonesia, panas jadi tantangan terbesar.

Parkir di tempat teduh atau garasi. Jangan jemur mobil seharian. Habis fast charging, beri jeda sebelum tancap gas supaya suhu turun. Manfaatkan fitur pre-conditioning, yaitu menyalakan AC kabin saat charger masih terhubung. BYD dan Hyundai sudah pakai liquid cooling, tapi parkir teduh tetap membantu.

Berkendara Halus, Update Software

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda