Kamis, 25 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Hasil Colombia vs DR Congo: Gol Munoz Bawa Kolombia Lolos 32 Besar

Pemain Kolombia merayakan gol ke gawang DR Congo dalam laga Colombia vs DR Congo
Hasil Colombia vs DR Congo berakhir 1-0. (Ilustrasi: AI)

GUADALAJARA β€” Pertandingan penentu kelayakan melaju ke fase gugur menyajikan drama taktis yang luar biasa di Estadio Guadalajara. Duel sengit Colombia vs DR Congo dalam lanjutan fase grup Piala Dunia berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan skuad Los Cafeteros setelah melalui perjuangan yang sangat melelahkan. Gol tunggal bek sayap Daniel Munoz pada menit ke-76 menjadi pembeda sekaligus memastikan langkah Kolombia melaju ke babak 32 besar dengan kepala tegak.

Kemenangan tipis ini menempatkan Kolombia kokoh di puncak klasemen Grup K dengan raihan sempurna enam poin dari dua laga awal. Di sisi lain, DR Congo yang tampil spartan masih berpeluang mendampingi Kolombia ke fase gugur jika mampu menundukkan Uzbekistan pada pertandingan penentu hari Minggu mendatang.

Ketangguhan Lionel Mpasi Redam Gempuran Kolombia

Sejak peluit pertama berbunyi, Kolombia langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan wakil Afrika tengah tersebut. Skuad asuhan Nestor Lorenzo mencatatkan total 20 tembakan sepanjang pertandingan, namun mereka sempat dibuat frustrasi oleh penampilan heroik penjaga gawang DR Congo, Lionel Mpasi. Sang kiper tampil bak pahlawan di bawah guyuran tekanan tanpa henti.

Kiper asal klub Rodez AF (sebelumnya sempat membela Le Havre) tersebut tampil luar biasa di bawah mistar gawang. Mpasi bahkan melakukan lima penyelamatan gemilang hanya dalam 20 menit pertama laga berjalan. Dia mementahkan peluang emas Luis Diaz dan James Rodriguez dari jarak dekat.

Catatan statistik Opta menunjukkan bahwa aksi Mpasi ini menyamai rekor Warren Barrett saat membela Jamaika melawan Argentina pada Piala Dunia 1998 silam. Ketangguhan kiper berusia 31 tahun kelahiran Prancis ini memaksa babak pertama berakhir dengan skor kacamata. Kolombia frustrasi, sementara DR Congo mendapat angin segar untuk terus bertahan secara disiplin.

Perubahan Taktik Nestor Lorenzo di Babak Kedua

Melihat lini serangnya buntu, Nestor Lorenzo melakukan penyesuaian taktis di jeda antarparuh waktu. Aliran bola yang sebelumnya terlalu bertumpu pada area sentral mulai digeser melebar ke koridor sayap. Masuknya gelandang bertenaga segar membantu memecah konsentrasi bek DR Congo yang menumpuk di kotak penalti.

Dominasi Kolombia tidak mengendur sama sekali pada babak kedua. Transisi cepat dari lini tengah ke depan terus merepotkan barisan pertahanan lawan yang menerapkan taktik low block sangat rapat. DR Congo praktis hanya mengandalkan serangan balik lewat kecepatan Yoane Wissa, yang sayangnya sering terisolasi di depan.

“Kami tahu mereka akan bermain sangat dalam dan mengandalkan fisik kuat,” ujar Nestor Lorenzo dalam konferensi pers pascalaga. “Kuncinya adalah kesabaran. Kami terus memindahkan bola dengan cepat sampai ruang itu akhirnya terbuka.”

Momen Kunci Gol Daniel Munoz

Kebuntuan yang tampak mustahil dipecahkan itu akhirnya runtuh pada menit ke-76. Berawal dari skema serangan balik yang rapi, bek sayap Crystal Palace, Daniel Munoz, melakukan tusukan over-lap ke dalam kotak penalti. Munoz melepaskan tembakan spekulasi keras yang sempat membentur pemain bertahan DR Congo.

Defleksi tersebut membuat bola berbelok arah secara ekstrem. Lionel Mpasi yang sudah bergerak mengantisipasi arah awal tembakan hanya bisa pasrah melihat gawangnya bobol. Gol. Skor 1-0 memicu gemuruh suporter Kolombia yang memadati stadion.

Tembakan Kolombia: 20
Penyelamatan Mpasi: 7

Tabel berikut menunjukkan dominasi mutlak armada Los Cafeteros sepanjang 90 menit laga di Guadalajara:

Statistik Pertandingan Kolombia DR Congo
Penguasaan Bola 64% 36%
Total Tembakan (Akurat) 20 (8) 5 (1)
Sepakan Pojok 9 2
Penyelamatan Kiper 1 7

Sejarah Berulang dan Skenario Fase Gugur

Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Ini merupakan kali kedua dalam sejarah keikutsertaan Kolombia di Piala Dunia di mana mereka berhasil memenangi dua laga pembuka fase grup. Catatan impresif ini menyamai rekor emas edisi 2014 di Brasil saat mereka melaju hingga babak perempat final sebelum dihentikan tuan rumah.

Bagi DR Congo, meski menelan kekalahan tipis, peluang mereka untuk lolos belum sepenuhnya tertutup rapat. Mereka hanya butuh kemenangan atas Uzbekistan di laga pamungkas untuk mengamankan tiket ke fase gugur.

Skenario menarik bahkan menanti di babak 32 besar nanti. DR Congo berpotensi menantang tim raksasa Inggris arahan Thomas Tuchel jika mereka mampu lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik grup. Kolombia kini tinggal menjaga kebugaran pemain kunci menyongsong babak gugur yang dipastikan berjalan jauh lebih brutal.

(FI)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda