Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo: Pilih Sesuai Kompresi Mesinmu

Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo
Pengemudi kendaraan sedang mengisi BBM di SPBU. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pemilihan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin kendaraan bisa berakibat fatal, mulai dari mesin ngelitik hingga kerusakan parah. Pertamina menyediakan berbagai jenis BBM dengan angka oktan (RON) berbeda, seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo, masing-masing dirancang untuk kebutuhan mesin spesifik.

Memahami karakteristik setiap jenis BBM sangat penting agar kendaraan berfungsi optimal dan terhindar dari biaya perawatan mahal. Data dari Pertamina menunjukkan, ada perbedaan signifikan pada RON, harga, warna, dan peruntukan kompresi mesin antara ketiga produk BBM ini.

Pertalite: Pilihan Ekonomis untuk Mesin Rendah

Pertalite, yang merupakan singkatan dari Pertamina Kualitas, adalah jenis BBM bersubsidi pemerintah dengan angka Oktan (RON) 90. BBM ini berwarna hijau kebiruan dan telah memenuhi standar SNI.

Per 1 Mei 2026, harga Pertalite ditetapkan seragam Rp10.000 per liter di seluruh provinsi. Dengan RON 90, Pertalite cocok untuk mesin kendaraan dengan rasio kompresi antara 9:1 hingga 10:1. Kendaraan populer seperti Honda Beat, Yamaha Mio, Toyota Avanza 1.3, dan Daihatsu Xenia umumnya disarankan menggunakan Pertalite.

Kelebihan utama Pertalite jelas pada harganya yang paling terjangkau dan ketersediaannya yang luas di seluruh SPBU. Namun, kekurangannya adalah angka oktan yang paling rendah. Penggunaan Pertalite pada mesin dengan rasio kompresi tinggi berisiko menyebabkan ngelitik, yaitu bunyi ‘tek-tek’ pada mesin saat digas. Fenomena ini, jika dibiarkan, dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin, termasuk piston.

Pertamax: Keseimbangan Performa dan Efisiensi

Beranjak ke kategori non-subsidi, Pertamax hadir dengan angka Oktan (RON) 92. BBM berwarna biru ini diklaim lebih bersih dari Pertalite karena memenuhi standar Euro 4. Per 1 Mei 2026, harga Pertamax di Jawa Bali adalah Rp12.300 per liter, dengan variasi harga di provinsi lain.

Pertamax ideal untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1. Contoh kendaraan yang cocok meliputi Honda Vario 160, Yamaha NMAX, Honda Civic, dan Toyota Innova Reborn bensin. Kelebihan Pertamax terletak pada pembakaran yang lebih sempurna, menghasilkan tarikan mesin yang lebih enteng dan mesin yang lebih bersih karena dilengkapi aditif deterjen untuk membersihkan kerak.

Pertamina mengklaim bahwa penggunaan Pertamax dapat meningkatkan efisiensi konsumsi BBM hingga 5% berkat pembakaran yang lebih optimal. Meski harganya lebih tinggi Rp2.300 per liter dibanding Pertalite, manfaat pada performa dan keawetan mesin seringkali dianggap sepadan.

Pertamax Turbo: Performa Puncak untuk Mesin Canggih

Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda