Rabu, 24 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Program Keberlanjutan MSP 2026: Fokus Magang, PPM, Lingkungan

foto-jurnalarta-20260624-8421d3
Program keberlanjutan MSP 2026 Fokus Magang, PPM, Lingkungan. Foto: Dok. JournalArta

BANGKA, JOURNALARTA.COM – Program keberlanjutan PT Mitra Stania Prima (MSP) 2026 menempatkan tiga agenda utama: pemagangan kerja, perluasan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta rehabilitasi lingkungan. PT Mitra Stania Prima menyiapkan langkah itu untuk memperkuat manfaat operasi timah bagi masyarakat Bangka Belitung.

Fokus baru ini penting. MSP tidak hanya dituntut menjaga produksi dan ekspor, tetapi juga menjawab desakan soal lapangan kerja lokal, layanan sosial, dan pemulihan lingkungan di sekitar tambang serta smelter.

Magang kerja untuk tenaga lokal

Salah satu program yang disiapkan pada 2026 adalah Arsari Technical Apprentice Program (ATAP). Skema pemagangan ini ditujukan bagi masyarakat Bangka Belitung agar mereka mendapat pengalaman kerja nyata sekaligus keterampilan teknis yang dibutuhkan industri.

MSP memosisikan ATAP sebagai jembatan antara kebutuhan perusahaan atas tenaga kerja teknis dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah operasional. Perusahaan ingin tenaga lokal lebih siap masuk ke dunia kerja, terutama di sektor pertambangan dan pengolahan timah.

Namun, hingga kini MSP belum membuka rincian jumlah peserta, lama pelatihan, mekanisme seleksi, maupun target penyerapan alumninya pada 2026. Detail itu masih ditunggu publik, terutama calon peserta dari wilayah Bangka Belitung.

MSP adalah perusahaan tambang timah terintegrasi di bawah Arsari Tambang yang beroperasi di Pulau Bangka. Perusahaan berdiri pada 1995 dan masuk ke Arsari Tambang sejak 2011. Dalam profil perusahaan, MSP memiliki konsesi tambang di Mapur, Kabupaten Bangka, seluas 233,5 hektare dengan potensi cadangan 7.551 ton timah sesuai RKAB 2024–2026.

Di hilir, perusahaan juga mengoperasikan fasilitas pengolahan dan pemurnian timah. Pada 2024, dua tungku listrik milik MSP memiliki kapasitas 3.811 ton, dengan volume ekspor logam timah sekitar 3.300 ton.

Program keberlanjutan MSP 2026 di bidang sosial

Di bidang sosial, program keberlanjutan MSP 2026 diarahkan lewat skema PPM. Isinya mencakup pembangunan rumah layak huni, penguatan posyandu, serta bantuan untuk pendidikan dan lembaga keagamaan di sekitar wilayah operasi.

Langkah itu mulai terlihat pada pertengahan Juni 2026 melalui peletakan batu pertama rumah layak huni dan serah terima Balai Posyandu Kasih Ibu di Lingkungan Rambak, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut dijalankan MSP bersama PT AEGA Prima sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.

Komisaris MSP Harwendro Adityo Dewanto menegaskan PPM perusahaan tidak dibatasi pada satu sektor. Menurut dia, program itu dirancang lintas bidang agar dampaknya terasa lebih luas di masyarakat.

β€œProgram PPM kami tidak berdiri sendiri. Kami ingin manfaatnya menyentuh kesehatan, pendidikan, sosial, sampai keagamaan,” kata Harwendro.

Rumah layak huni diarahkan bagi warga yang masuk daftar penerima manfaat. Sementara posyandu dipakai untuk memperkuat layanan ibu dan anak, termasuk pencegahan stunting di tingkat lokal. Ini relevan bagi daerah tambang yang membutuhkan dukungan sosial berkelanjutan, bukan bantuan sesaat.

Manajer PPM Arsari Tambang, Suyudi, mengatakan setiap program disusun lewat koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait. Data sosial pemerintah, termasuk daftar desil bantuan sosial, dipakai agar bantuan tepat sasaran.

β€œKami menyelaraskan penerima manfaat dengan data pemerintah supaya program benar-benar tepat. Tidak asal salur,” ujar Suyudi.

Selain perumahan dan kesehatan, MSP juga menyalurkan bantuan bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an dan lembaga keagamaan lain. Ruang lingkup PPM perusahaan mencakup pendidikan, keagamaan, sosial budaya, kesehatan, ekonomi kreatif, pengentasan kemiskinan, dan pencegahan stunting.

Rehabilitasi lingkungan dan target energi hijau

Di sisi lingkungan, MSP mempertahankan rehabilitasi dan konservasi sebagai agenda utama pada 2026. Programnya meliputi reklamasi lahan bekas tambang, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, hingga pengurangan emisi operasional.

Komitmen itu ikut mengantar MSP meraih PROPER Emas untuk periode penilaian 2024–2025. Penghargaan Green Leadership PROPER juga diberikan kepada pimpinan perusahaan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, 7 April 2026.

Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menyebut capaian tersebut menjadi penegasan atas komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar operasi.

β€œDampak yang paling terasa bagi masyarakat adalah kualitas udara yang makin bersih. Ini bagian dari komitmen kami menuju net zero, yaitu memastikan operasional perusahaan tidak menimbulkan pencemaran udara dan air,” ujar Aryo.

MSP juga menargetkan penggunaan 100 persen energi terbarukan di smelter pada tahun depan. Saat ini, perusahaan mulai memakai listrik berbasis Renewable Energy Certificate dari PLN untuk menekan emisi tidak langsung atau Scope 2 emissions pada fasilitas pengolahan dan peleburan timah.

Dalam profil perusahaan, smelter MSP juga disebut telah memanfaatkan energi hijau dan panel surya. Di bidang rehabilitasi lahan, perusahaan mencatat reklamasi dan rehabilitasi DAS seluas 27 hektare di Desa Kerakas, Kabupaten Bangka Tengah, dengan tanaman jambu mete, kayu putih, dan cemara.

Arsari Tambang juga menyebut tingkat keberhasilan rehabilitasi DAS Kerakas mencapai 80 persen. Target penghijauan yang disiapkan ke depan mencapai 709 hektare. Pengelolaan lingkungan ini jadi penting karena operasi tambang timah selalu berhadapan dengan isu emisi, kualitas air, dan pemulihan lahan pascatambang.

Dengan ATAP, PPM, dan rehabilitasi lingkungan, MSP menempatkan keberlanjutan bukan sekadar slogan. Perusahaan berusaha menunjukkan bahwa bisnis timah masih bisa bergerak sejalan dengan kebutuhan warga dan tuntutan lingkungan di Bangka Belitung.

β€œInsyaallah, tahun depan kami menargetkan seluruh kebutuhan energi smelter berasal dari renewable energy,” kata Aryo.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda