Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Proyek off-grid Microsoft di Texas jadi bukti awal permintaan AI

Proyek off-grid mendukung data center AI di Texas
Proyek off-grid Microsoft di Texas memberi sinyal baru bagi data center AI dan GE Vernova, di tengah lonjakan kebutuhan listrik besar. (Ilustrasi: AI)

“Kami memperkirakan GEV akan terus bekerja selama perusahaan mempertahankan momentum beat and raise,” tulis Wells Fargo, merujuk pada pola kinerja dan revisi target yang terus melampaui ekspektasi pasar.

Wells Fargo tetap memberi peringkat setara beli dan target harga 1.259 dolar AS per saham. Artinya, masih ada ruang naik sekitar 20 persen dari level akhir sesi perdagangan pada Selasa. Meski begitu, saham GE Vernova tetap terkoreksi lebih dari 7 persen pada hari itu, sejalan dengan tekanan pada saham teknologi dan chip.

Permintaan listrik AI membuat harga turbin makin ketat

Proyek seperti Kilby menunjukkan satu hal yang makin jelas: pasokan turbin berat tidak longgar. GE Vernova disebut masih kehabisan kapasitas untuk turbin besar hingga setidaknya 2028, dengan ruang yang sangat terbatas pada 2029 dan 2030. Kondisi seperti ini membuat posisi tawar produsen peralatan listrik menguat.

Wells Fargo bahkan menilai harga peralatan berat masih punya ruang naik. Menurut mereka, perusahaan itu “belum menyentuh plafon harga”. Bahasa kasarnya: selama permintaan terus datang dan kapasitas produksi belum bertambah cepat, pembeli besar seperti perusahaan teknologi harus rela masuk antrean dan membayar lebih mahal.

Bernstein juga melihat hal serupa. Analis Sunaina Ocalan menyebut Project Kilby sebagai “bukti lain dari besarnya permintaan daya” yang muncul dari ledakan AI. Baginya, permintaan yang lebih tinggi mendorong daya tawar harga GE Vernova dan ikut memperlebar margin keuntungan perusahaan.

Ini penting untuk pembaca di Indonesia juga. Ekspansi AI tidak cuma soal perangkat lunak, chatbot, atau pusat data di Amerika Serikat. Ujungnya selalu kembali ke listrik, lahan, pendinginan, dan peralatan industri. Kalau satu proyek saja butuh daya setara jutaan rumah, kita bisa membayangkan betapa besar kebutuhan energi di balik layanan digital yang dipakai setiap hari.

Kenapa Chevron dan Microsoft memilih jalur ini

Jeff Gustavson, presiden unit Chevron New Energies, mengatakan kepada CNBC bahwa proyek ini tidak bersaing dengan konsumen listrik lokal karena fasilitasnya tidak bergantung pada jaringan publik. “Tidak ada kompetisi dengan konsumen listrik lokal,” ujarnya. Ia menambahkan, kelebihan daya nantinya bisa disalurkan ke jaringan untuk membantu menstabilkannya.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda