JAKARTA — Timnas Swiss menjelma menjadi “tembok pertahanan” yang paling sulit ditembus di gelaran Piala Dunia 2026. Setelah dua pertandingan fase grup, Swiss belum kebobolan satu gol pun di babak pertama, menjadi satu-satunya tim dari 48 kontestan yang memiliki catatan impresif tersebut. Konsistensi pertahanan kokoh ini membuat Swiss menatap babak 16 besar dengan penuh percaya diri.
Performa menawan ini tak lepas dari kombinasi data statistik yang mencengangkan serta peran kunci beberapa pemain bertahan mereka. Dalam dua laga awal, Swiss berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan di paruh pertama, menunjukkan disiplin tinggi dan efektivitas strategi pelatih Murat Yakin. Catatan ini bahkan mengungguli tim-tim unggulan lain yang seringkali digadang-gadang memiliki pertahanan terbaik.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Rekor Pertahanan: 180 Menit Tanpa Kebobolan Babak Pertama
Hingga matchday kedua, Swiss telah bermain selama 180 menit dan berhasil menjaga gawang mereka tetap perawan di babak pertama. Pada laga pertama melawan Korea Selatan, Swiss menang 2-0 dengan babak pertama berakhir tanpa gol dan lawan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Kemudian, di matchday kedua saat mengalahkan Paraguay 1-0, skor babak pertama juga 0-0, dengan perkiraan gol yang diharapkan (xGA) hanya 0.12.
Total, sepanjang 180 menit pertandingan di paruh pertama, gawang Swiss belum pernah bergetar. Ini merupakan rekor terbaik di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Tim asuhan Murat Yakin kini berambisi mengejar rekor Italia di Piala Dunia 1990 yang mampu menjaga clean sheet dalam lima pertandingan beruntun. Tren yang ditunjukkan oleh Swiss saat ini jelas sangat menjanjikan.
Duet Bek Sentral: Akanji dan Elvedi Jadi Kunci
Pertahanan baja Swiss tidak akan terbentuk tanpa peran vital dari duo bek tengah mereka, Manuel Akanji dan Nico Elvedi. Akanji, yang memperkuat Manchester City, dikenal memiliki kecepatan mumpuni dengan catatan 34 km/jam. Ia juga unggul dalam duel udara, memenangkan 78% perebutan bola atas. Kualitas ini bahkan membuat penyerang sekaliber Kylian Mbappe sekalipun kesulitan melewatinya.
Sementara itu, Nico Elvedi dari Borussia Monchengladbach menjadi ‘pemblokir’ tembakan paling efektif di tim Swiss, dengan total 7 blok dalam dua pertandingan. Kemampuannya membaca permainan lawan sangat luar biasa. Kombinasi tinggi badan Akanji (187 cm) dan Elvedi (190 cm) menjadikan mereka tembok kokoh di udara, membuat lawan kesulitan menciptakan peluang dari umpan silang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.