LA JOLLA, CALIFORNIA — Sand Castle, mansion tepi laut milik mendiang Darwin Deason di La Jolla, San Diego, kini ditawarkan US$87,5 juta setelah sebelumnya dipasang US$108 juta. Meski harganya dipangkas, properti bergaya istana Prancis itu masih memegang rekor sebagai daftar hunian termahal dalam sejarah San Diego.
Rumah seluas sekitar 13.000 kaki persegi itu berdiri di salah satu kawasan paling mahal di pesisir California, menatap langsung Samudra Pasifik. Deason, pendiri Affiliated Computer Services yang kemudian dijual ke Xerox pada 2009 senilai US$6,4 miliar, membangun hunian itu sebagai proyek pribadi yang meniru kemewahan Palace of Versailles di Prancis. Ia wafat pada Desember 2025.
Sand Castle, rumah pribadi ala Versailles
Inspirasi Deason datang dari dua alamat paling mewah di Eropa: Palace of Versailles di pinggiran Paris dan Hotel du Cap-Eden-Roc di French Riviera. Dari sana, ia merancang rumah yang bukan sekadar besar, tapi penuh detail mewah. Lampu gantung kristal menggantung di ruang-ruang utama, langit-langit diberi aksen emas, lantainya memakai marmer impor dari Yunani, dan patung antik ditempatkan di beberapa sudut rumah.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Deason membeli properti utama itu bersama sebidang tanah tetangga dengan total sekitar US$26 juta. Selama enam tahun, ia menghabiskan sekitar US$60 juta lagi untuk mengubah lahannya menjadi hunian seperti sekarang. Saat proyek rampung, total dana yang tertanam di sana sudah sekitar US$86 juta, bahkan sebelum harga jual dipasang.
Angka itu membuat Sand Castle terasa lebih dari sekadar rumah. Ini investasi gaya hidup, juga pernyataan status. Dan di pasar properti supermewah, pernyataan seperti itu sering ikut menentukan arah harga.
Isi US$87,5 juta di Sand Castle
Properti ini terbagi menjadi rumah utama dengan tujuh kamar tidur dan rumah tamu tiga kamar tidur. Rumah tamunya dirancang menyerupai Le Petit Trianon, château di kompleks Versailles. Di dalam rumah utama, pintu masuk dua lantai menyambut tamu sebelum mereka masuk ke teras melingkar yang menghadap laut. Ada juga ruang makan oval yang muat 16 kursi di bawah chandelier kristal abad ke-19.
Perapian di seluruh properti disebut didatangkan langsung dari Prancis. Mozaik kustom karya New Ravenna, produsen ubin asal Virginia yang dikenal di pasar kelas atas Amerika Serikat, muncul di beberapa ruangan. Totalnya ada 14 kamar mandi penuh dan tiga kamar mandi setengah. Hampir semua furnitur dibuat khusus untuk ruang-ruang di dalamnya.
Di salah satu sudut, ada bar bertema bahari yang disebut mirip dengan kapal pesiar Deason, Apogee. Finishing walnut, permukaan marmer onyx, dan patung putri duyung abad ke-18 memberi nuansa yang sangat spesifik. Bukan dekorasi pasaran. Jelas bukan rumah biasa.
Bagian yang paling mencuri perhatian justru berada di luar: kolam renang berlapis ubin marmer biru Thassos, lalu elevator yang membawa penghuni turun ke pantai pribadi yang ditinggikan sekitar 10 kaki di atas garis air. Pantainya dilapisi pasir putih lembut yang, menurut laporan, diambil dari Augusta National Golf Club. Deason disebut menghabiskan sekitar US$40.000 hanya untuk pasir itu.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| Harga awal | US$108 juta |
| Harga baru | US$87,5 juta |
| Total investasi pembangunan | sekitar US$86 juta |
| Harga tanah awal | sekitar US$26 juta |
| Pasir pantai pribadi | sekitar US$40.000 |
| Rekor penjualan San Diego sebelumnya | US$44,1 juta |
Mengapa harga Sand Castle dipangkas
Sand Castle pertama kali masuk pasar pada Oktober 2024 dengan harga US$108 juta. Namun, angka itu rupanya terlalu tinggi bagi pasar San Diego yang belum pernah mencatat transaksi mendekati level tersebut. Brett Dickinson, agen listing dari Compass, mengatakan kepada Mansion Global bahwa ada hambatan psikologis saat pembeli diminta menjadi orang pertama yang menembus angka US$100 juta di San Diego.
“Pembeli sangat sadar bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang membeli properti di San Diego di atas US$100 juta. Itu akan menjadi hal yang sangat besar. Jadi ketika Anda mencoba menembus batas itu, kadang US$100 juta terlalu tinggi secara psikologis untuk orang pertama melakukannya. Sekarang, jika kita di bawah US$100 juta, tiba-tiba kita menjadi lebih terjangkau,” kata Dickinson.
Penjelasan itu penting karena pasar ultra-prime tidak bergerak seperti pasar rumah biasa. Di segmen ini, sejarah transaksi, persepsi harga, dan prestige sama kuatnya dengan luas tanah atau kualitas material. Satu angka bisa membuat pembeli melangkah maju. Atau mundur.
Meski harganya sudah turun, penjualan Sand Castle tetap berpotensi mengguncang rekor lokal. Kalau laku di harga sekarang, nilainya hampir dua kali lipat dari rekor penjualan rumah di San Diego yang tercipta pada 2023, ketika investor ekuitas swasta Egon Durban membayar US$44,1 juta untuk properti di kawasan itu.
Pasar hunian supermewah masih mencari penanda baru
Kasus Sand Castle menunjukkan bagaimana pasar hunian mewah ekstrem bekerja. Rumah seperti ini tidak dipasarkan hanya lewat ukuran, lokasi, atau jumlah kamar. Identitas pemilik, cerita di balik pembangunan, dan daftar material yang dipakai ikut membentuk nilainya. Karena itu, harga jual bisa turun, tapi narasinya tetap mahal.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini memberi gambaran tentang lapisan teratas pasar properti global. Di bawah US$100 juta, properti semacam ini masih punya peluang masuk radar pembeli superkaya yang mencari rumah sekaligus aset prestise. Di atas angka itu, pasar menjadi jauh lebih sempit. Sangat sempit.
Compass dan para agen properti di sana kini menunggu apakah pemangkasan harga cukup untuk memancing minat baru. Jika ya, San Diego bisa segera mencatat transaksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika tidak, Sand Castle akan tetap berdiri sebagai simbol mahalnya selera, dan mahalnya kesabaran pasar.
Langkah berikutnya ada di meja pembeli. Dan di pasar seperti ini, satu penawar saja bisa mengubah sejarah kota pesisir itu.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.