Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

AS Perluas Larangan Impor Teknologi China ke Perangkat Lama

Larangan impor teknologi China diperluas untuk perangkat telekomunikasi
Larangan impor teknologi China diperluas oleh FCC AS ke lebih banyak perangkat lama. (Ilustrasi: AI)

Buat pembaca di luar AS, sinyalnya juga terang. Persaingan teknologi antara Washington dan Beijing belum reda. Pemerintah AS masih menganggap sejumlah produk teknologi China sebagai potensi ancaman, bukan cuma karena asal produsennya, tapi juga karena bagaimana perangkat itu dipakai di jaringan penting.

Kasus ini mengingatkan pada pembatasan lain yang sudah lebih dulu ditempuh FCC. Pada Desember, lembaga itu melarang impor semua model baru drone buatan China. Pada Maret, mereka juga melarang impor model baru router konsumen buatan China, yakni perangkat yang menghubungkan komputer, ponsel, dan gawai pintar ke internet.

Yang menarik, dua larangan sebelumnya tidak langsung menyapu model lama. Kali ini, FCC menolak memberi ruang besar untuk perangkat generasi sebelumnya dalam kategori yang dianggap kritis. Pesannya tegas. Regulator ingin menutup pintu dari ujung ke ujung.

Dampaknya bagi perusahaan dan pengguna

Untuk perusahaan yang bergantung pada peralatan murah dari China, kebijakan ini bisa menambah biaya dan mempersempit pilihan pemasok. Operator, kontraktor pengadaan, dan instansi publik mungkin harus mencari alternatif lain, entah dari produsen berbeda atau dari rantai pasok yang dinilai lebih aman.

Bagi pengguna umum, FCC mengatakan warga Amerika masih boleh memakai perangkat yang sudah mereka miliki. Artinya, larangan ini tidak otomatis menyita atau memaksa orang mengganti barang lama di rumah. Namun, untuk pembelian baru dan pengadaan resmi, pintunya makin sempit.

Di lapangan, keputusan seperti ini biasanya memicu penyesuaian bertahap. Distributor harus mengecek stok. Penyedia jasa harus menimbang ulang merek yang dipakai. Dan pembeli institusi harus membaca ulang spesifikasi dengan lebih hati-hati. Tidak dramatis. Tapi nyata.

Kedutaan Besar China di Washington dan perusahaan-perusahaan terkait belum langsung menanggapi pertanyaan media, menurut laporan Reuters. Respons mereka bisa penting karena kebijakan semacam ini hampir selalu diikuti bantahan, protes, atau langkah hukum baru.

Jejak kebijakan AS terhadap teknologi China

FCC tidak berhenti pada larangan impor saja. Pada Oktober 2025, lembaga itu memilih suara 3-0 untuk memblokir persetujuan baru bagi perangkat yang memakai komponen dari perusahaan yang masuk daftar pengawasannya. FCC juga membuka kemungkinan melarang peralatan yang sebelumnya sudah disetujui dalam kondisi tertentu.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda