Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

DKISP Kaltara Wanti-wanti Ancaman Siber, ASN dan Masyarakat Diminta…

Ancaman siber Kaltara mendorong ASN dan warga lebih waspada
Ancaman siber Kaltara jadi perhatian DKISP. (Ilustrasi: AI)

TANJUNG SELOR — Ancaman siber Kaltara jadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. DKISP Kaltara meminta ASN dan masyarakat lebih waspada setelah muncul indikasi kebocoran data yang harus ditangani cepat dan terkoordinasi.

Langkah awalnya sudah jalan. DKISP Kaltara menyurati organisasi perangkat daerah yang terdampak agar ikut rapat koordinasi bersama Tim Penanganan Insiden Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN RI. Di saat yang sama, tim internal di daerah juga terus berkomunikasi dengan Agen Siber Computer Security Incident Response Team, atau CSIRT, di masing-masing OPD.

Iskandar, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kaltara, menegaskan perlindungan data ASN dan warga tidak boleh diperlakukan setengah hati. Singkatnya: ini urusan serius.

Ancaman siber Kaltara dan kenapa warga perlu peduli

Iskandar mengatakan setiap indikasi kebocoran data harus segera dipantau dan ditangani. Menurut dia, keamanan siber bukan cuma soal sistem pemerintah, tetapi juga menyangkut data pribadi yang tiap hari dipakai masyarakat saat mengakses layanan digital.

“Kita harus serius dan memberikan perhatian penuh terhadap setiap indikasi kebocoran data. Perlindungan data, khususnya data ASN dan masyarakat Kaltara, adalah prioritas utama keamanan siber dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Iskandar.

Kalimat itu terasa sederhana, tapi dampaknya besar. Kalau data bocor, efeknya bisa merembet ke mana-mana: akun disalahgunakan, pesan palsu beredar, hingga akses ke layanan digital jadi rawan diambil alih orang lain. Dalam banyak kasus, kerugian bukan cuma soal uang. Waktu, rasa aman, dan reputasi juga ikut hilang.

Di level pemerintah daerah, satu insiden kecil bisa memicu kepanikan besar. Apalagi bila data pegawai, dokumen internal, atau akun layanan publik ikut terseret. Karena itu, DKISP Kaltara memilih langkah pencegahan yang cepat, bukan menunggu masalah membesar dulu.

Instruksi ke OPD dan langkah teknis yang diminta

DKISP Kaltara meminta OPD terdampak segera duduk bersama tim penanganan insiden BSSN. Pertemuan itu dipakai untuk memetakan sumber masalah, menutup celah keamanan, lalu menyusun instruksi yang bisa langsung diterapkan ke seluruh ASN.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda