Cam Norrie sampai para debutan Inggris
Di kubu putra, petenis nomor satu Britania Cam Norrie justru mendapat undian yang relatif menguntungkan. Unggulan ke-26 itu akan menghadapi kualifikasi asal Amerika Serikat, Michael Zheng, yang baru menjalani penampilan utama Grand Slam kedua dalam kariernya. Jan Choinski, petenis Britania lain yang lolos lewat peringkat, bakal bertemu Vit Kopriva yang berada 39 peringkat di atasnya.
Max Basing, 23 tahun, jadi salah satu nama yang mencuri perhatian. Ia lolos dari kualifikasi lewat laga lima set dan akan menjalani debut di undian utama Grand Slam dengan menghadapi sesama kualifikasi, Shintaro Mochizuki. Billy Harris, yang sempat ramai dibahas karena tak mendapat wildcard, justru melaju lewat kualifikasi dan langsung bertemu unggulan ke-19 Karen Khachanov.
Ollie Tarvet juga mengulang pencapaiannya dari tahun lalu. Petenis peringkat 349 dunia itu kembali menembus undian utama dan kini menantang unggulan ke-25 Arthur Rinderknech. Ada pula Toby Samuel dan Harry Wendelken, dua nama yang mencatat debut di undian utama Wimbledon. Wendelken menghadapi Valentin Royer, sedangkan Samuel langsung tertantang unggulan ke-15 Jakub Mensik.
Masih ada Jack Pinnington Jones yang bertemu Brandon Nakashima, Arthur Fery melawan Damir Dzumhur, serta Felix Gill menghadapi unggulan ke-23 yang melesat tajam dalam setahun terakhir. Satu nama lain, Rafa Jodar, juga masuk daftar unggulan berbakat meski baru menjalani turnamen rumput profesional pertama setelah cedera perut.
Emma Raducanu, Boulter, dan peluang petenis putri Britania
Di sektor putri, Salmon menyorot sembilan petenis Britania, dengan Emma Raducanu menjadi nama paling mencolok. Unggulan ke-30 itu mendapat hadiah peringkat setelah menembus final Queen’s, sesuatu yang sekaligus menunjukkan bahwa permainan di rumput masih cocok untuknya. Ia akan menghadapi Antonia Ruzic, lawan yang pernah mengalahkannya di Dubai saat Raducanu terserang virus.
Jika lolos, Raducanu berpotensi bertemu Harriet Dart atau Jelena Ostapenko. Nama Ostapenko juga menarik karena mantan semifinalis Wimbledon itu sempat mundur dari semifinal Eastbourne karena sakit dan mengaku sempat terkena sunstroke pekan sebelumnya. Di putaran ketiga, bayangan Aryna Sabalenka sudah menunggu. Jauh dari kata mudah.
Katie Boulter, petenis nomor 59 dunia, membuka langkah melawan kualifikasi Tyra Grant. Boulter baru saja mencatat laju bagus ke semifinal Queen’s sebelum kalah dari Donna Vekic, dan musim panas ini juga diwarnai rencana pernikahannya dengan Alex de Minaur. Fran Jones, petenis peringkat 103 dunia, memulai laga melawan Diane Parry setelah menyebut musim ini sebagai tahun terberatnya di tur.
Di bagian bawah undian ada Katie Swan yang bertemu Irina-Camelia Begu, sementara Alicia Dudeney menjalani debut Wimbledon setelah musim yang bagus di level ITF. Ia menantang Alycia Parks. Salmon menilai, dari total 21 petenis Britania di dua undian, ada campuran menarik antara kesempatan besar, ujian berat, dan debut yang bisa meledak kapan saja.
Turnamen di All England Club pun kembali punya bumbu khasnya: harapan tuan rumah, lawan-lawan keras, dan satu pertanyaan lama yang selalu muncul tiap musim panas. Siapa yang paling sanggup bertahan saat rumput mulai menguji di bawah tekanan? Dalam pandangan Salmon, untuk Draper, jawabannya harus dicari sejak ronde pertama.
“Bagi Draper, ini bisa lebih ramah,” tulis Gigi Salmon dalam pratinjau Wimbledon di Sky Sports, menegaskan bahwa undian Wimbledon tahun ini menuntut lebih dari sekadar nama besar.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.