Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Undian Wimbledon Dinilai Tak Ramah untuk Jack Draper

Undian Wimbledon menampilkan tantangan berat di lapangan rumput
Undian Wimbledon tak ramah untuk Jack Draper. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — undian Wimbledon dinilai Gigi Salmon tidak terlalu ramah untuk Jack Draper, yang langsung bertemu Taylor Fritz pada babak pertama. Presenter Sky Sports itu menyorot 21 petenis Britania di dua undian Wimbledon, termasuk peluang Emma Raducanu, Katie Boulter, dan sederet debutan di All England Club.

Taruhannya besar. Bagi Draper, laga pembuka melawan Fritz bukan sekadar ujian ringan atau berat, melainkan tes awal yang bisa menentukan laju kariernya di turnamen rumput paling bergengsi itu. Di sisi lain, beberapa petenis Britania mendapat undian yang lebih bersahabat dan punya kans melaju lebih jauh.

Undian Wimbledon, dan Draper langsung kena ujian

Gigi Salmon menulis kolom pratinjau Wimbledon setelah menyaksikan atmosfer rumput yang kembali hidup jelang turnamen. Ia bahkan sempat melihat Andre Agassi, James Blake, Caroline Wozniacki, dan Genie Bouchard tampil dalam laga undangan di Central Park, New York. Pemandangan itu, kata dia, ikut membangkitkan selera untuk menyambut Wimbledon.

Bagian paling mencolok dari undian Wimbledon versi Britania jelas duel Jack Draper kontra Taylor Fritz. Fritz datang sebagai petenis unggulan dunia peringkat tujuh dan dianggap salah satu kandidat kuat juara setelah tampil di semifinal tahun lalu serta mencapai final beruntun di Stuttgart dan Halle. Draper sendiri baru pulih dari cedera terakhirnya dan baru tampil lagi di Eastbourne, tempat ia mencapai semifinal.

“Undian ini bisa saja lebih ramah untuk Draper,” tulis Salmon dalam kolomnya di Sky Sports. Ia mengingatkan bahwa Draper baru memainkan turnamen keduanya sejak April, sehingga fokus utama timnya tetap menjaga kebugaran dan mengelola ekspektasi. Draper memang unggul 3-2 dalam rekor pertemuan melawan Fritz, termasuk kemenangan di Queen’s pada 2022. Tapi kali ini, konteksnya jauh berbeda.

Nama Andy Murray juga ikut masuk dalam cerita Draper. Mantan petenis nomor empat dunia itu kini mendampingi Draper sebagai pelatih, dan kehadirannya memberi bobot tersendiri pada persiapan sang petenis Inggris. Namun, lawan pertama tetap lawan pertama. Rumit. Sulit diatur.

Cam Norrie sampai para debutan Inggris

Di kubu putra, petenis nomor satu Britania Cam Norrie justru mendapat undian yang relatif menguntungkan. Unggulan ke-26 itu akan menghadapi kualifikasi asal Amerika Serikat, Michael Zheng, yang baru menjalani penampilan utama Grand Slam kedua dalam kariernya. Jan Choinski, petenis Britania lain yang lolos lewat peringkat, bakal bertemu Vit Kopriva yang berada 39 peringkat di atasnya.

Max Basing, 23 tahun, jadi salah satu nama yang mencuri perhatian. Ia lolos dari kualifikasi lewat laga lima set dan akan menjalani debut di undian utama Grand Slam dengan menghadapi sesama kualifikasi, Shintaro Mochizuki. Billy Harris, yang sempat ramai dibahas karena tak mendapat wildcard, justru melaju lewat kualifikasi dan langsung bertemu unggulan ke-19 Karen Khachanov.

Ollie Tarvet juga mengulang pencapaiannya dari tahun lalu. Petenis peringkat 349 dunia itu kembali menembus undian utama dan kini menantang unggulan ke-25 Arthur Rinderknech. Ada pula Toby Samuel dan Harry Wendelken, dua nama yang mencatat debut di undian utama Wimbledon. Wendelken menghadapi Valentin Royer, sedangkan Samuel langsung tertantang unggulan ke-15 Jakub Mensik.

Masih ada Jack Pinnington Jones yang bertemu Brandon Nakashima, Arthur Fery melawan Damir Dzumhur, serta Felix Gill menghadapi unggulan ke-23 yang melesat tajam dalam setahun terakhir. Satu nama lain, Rafa Jodar, juga masuk daftar unggulan berbakat meski baru menjalani turnamen rumput profesional pertama setelah cedera perut.

Emma Raducanu, Boulter, dan peluang petenis putri Britania

Di sektor putri, Salmon menyorot sembilan petenis Britania, dengan Emma Raducanu menjadi nama paling mencolok. Unggulan ke-30 itu mendapat hadiah peringkat setelah menembus final Queen’s, sesuatu yang sekaligus menunjukkan bahwa permainan di rumput masih cocok untuknya. Ia akan menghadapi Antonia Ruzic, lawan yang pernah mengalahkannya di Dubai saat Raducanu terserang virus.

Jika lolos, Raducanu berpotensi bertemu Harriet Dart atau Jelena Ostapenko. Nama Ostapenko juga menarik karena mantan semifinalis Wimbledon itu sempat mundur dari semifinal Eastbourne karena sakit dan mengaku sempat terkena sunstroke pekan sebelumnya. Di putaran ketiga, bayangan Aryna Sabalenka sudah menunggu. Jauh dari kata mudah.

Katie Boulter, petenis nomor 59 dunia, membuka langkah melawan kualifikasi Tyra Grant. Boulter baru saja mencatat laju bagus ke semifinal Queen’s sebelum kalah dari Donna Vekic, dan musim panas ini juga diwarnai rencana pernikahannya dengan Alex de Minaur. Fran Jones, petenis peringkat 103 dunia, memulai laga melawan Diane Parry setelah menyebut musim ini sebagai tahun terberatnya di tur.

Di bagian bawah undian ada Katie Swan yang bertemu Irina-Camelia Begu, sementara Alicia Dudeney menjalani debut Wimbledon setelah musim yang bagus di level ITF. Ia menantang Alycia Parks. Salmon menilai, dari total 21 petenis Britania di dua undian, ada campuran menarik antara kesempatan besar, ujian berat, dan debut yang bisa meledak kapan saja.

Turnamen di All England Club pun kembali punya bumbu khasnya: harapan tuan rumah, lawan-lawan keras, dan satu pertanyaan lama yang selalu muncul tiap musim panas. Siapa yang paling sanggup bertahan saat rumput mulai menguji di bawah tekanan? Dalam pandangan Salmon, untuk Draper, jawabannya harus dicari sejak ronde pertama.

“Bagi Draper, ini bisa lebih ramah,” tulis Gigi Salmon dalam pratinjau Wimbledon di Sky Sports, menegaskan bahwa undian Wimbledon tahun ini menuntut lebih dari sekadar nama besar.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram