AS masih jadi medan paling sulit
Di Amerika Serikat, lobi berlangsung di Kongres lewat rancangan Kids Online Safety Act atau Kosa. Aturan itu akan mewajibkan platform media sosial mengambil langkah untuk mencegah bahaya tertentu pada anak, termasuk penggunaan yang kompulsif.
Meta disebut sebagai pelobi teknologi terbesar di AS, dengan perbandingan satu pelobi untuk setiap enam anggota Kongres, menurut Issue One. Antara 2020 dan 2024, perusahaan teknologi besar secara kolektif menghabiskan 260 juta dolar AS untuk lobi federal.
Meta mengatakan ingin ada “standar nasional yang seragam untuk keselamatan remaja secara online”. Namun perusahaan itu juga terus menolak pembatasan yang dianggap terlalu berat. Di pemerintahan Donald Trump, kebijakan pembatasan teknologi di luar negeri juga kerap dikritik, termasuk kemungkinan batas usia media sosial di Inggris yang dianggap tidak proporsional.
Darrell West dari Brookings Institution menilai larangan berskala luas di tingkat negara bagian di AS kecil kemungkinan terjadi. Di level federal, peluangnya juga rendah karena terlalu banyak legislator menolak regulasi teknologi.
Theo Bertram, direktur Social Market Foundation sekaligus mantan eksekutif TikTok dan bekas penasihat dua perdana menteri Inggris, menyebut langkah Inggris sebagai titik balik global. Menurut dia, sejarah regulasi sering dimulai dari satu atau dua negara yang lebih dulu bergerak. Setelah itu, negara lain menyusul.
“Dalam era populisme, perusahaan-perusahaan ini mendapat kritik, bukan hanya dari politisi arus utama. Perusahaan teknologi kehilangan opini publik dan para politisi akan bergerak mengikuti itu,” ujar Bertram.
Dan untuk saat ini, arah anginnya memang berubah. Yang dulu dianggap wacana pinggiran, kini masuk meja kebijakan. Satu angka sudah mulai sering muncul: 16 tahun.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.