Kerja keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-92. Berawal dari skema serangan balik cepat di sisi kanan, umpan silang dikirimkan ke kotak penalti Afrika Selatan. Bola liar hasil sapuan yang tidak sempurna dari barisan belakang Bafana Bafana mengarah tepat ke arah Stephen Eustáquio.
Gelandang Los Angeles FC tersebut mengontrol bola dengan dadanya secara tenang sebelum melepaskan sepakan voli mendatar dengan punggung kaki kanan. Bola meluncur deras melewati sela-sela kaki bek lawan dan bersarang telak di pojok bawah gawang Williams yang sudah mati langkah. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.
## Tangisan dan Dedikasi Emosional di Lapangan
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi seluruh elemen tim Kanada. Air mata haru terlihat menetes dari wajah para pemain di lapangan. Pelatih Jesse Marsch bahkan tak kuasa menahan rasa bangganya saat berbicara di tengah lingkaran tim usai laga usai.
“Kalian adalah pahlawan Kanada hari ini. Pahlawan bagi anak-anak masa depan negara ini yang memainkan sepak bola,” ujar Marsch dengan suara bergetar di hadapan para pemainnya.
Marsch juga mendedikasikan kemenangan ini secara khusus untuk mendiang kedua orang tua Eustáquio yang telah berpulang dalam dua tahun terakhir. Sang gelandang dinilai layak mendapatkan momen indah ini setelah melewati masa-masa sulit dalam kehidupan pribadinya, sekaligus membuktikan loyalitas tanpa batas bagi lambang daun mapel di dada.
Di kubu lawan, pelatih gaek Afrika Selatan, Hugo Broos, mengisyaratkan bahwa ini merupakan turnamen besar terakhir dalam karier kepelatihannya. Pelatih berusia 74 tahun tersebut mengaku realistis dengan kekuatan timnya yang memang kalah secara kualitas individu dan kolektivitas bermain sepanjang laga.
Pada babak 16 besar nanti, Kanada dijadwalkan akan menantang pemenang laga antara Maroko melawan Belanda di Stadion NRG, Houston. Ujian yang jauh lebih berat kini menanti Les Rouges di fase gugur.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.