JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 jatuh dua kali, masing-masing pada awal dan akhir bulan, karena beririsan dengan pergantian Dzulhijjah 1447 H ke Muharram 1448 H. Bagi umat Islam yang rutin menjalankan puasa sunnah ini, ada satu catatan penting yaitu Ayyamul Bidh Dzulhijjah bergeser karena bertepatan dengan hari tasyrik.
Bagi pembaca yang ingin menandai kalender sejak awal, tanggalnya sudah bisa disusun rapi. Awal Juni memuat pengganti Ayyamul Bidh Dzulhijjah, sementara akhir Juni kembali menghadirkan Ayyamul Bidh Muharram dengan jadwal normal 13, 14, dan 15 Hijriah.
Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juni 2026
Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah tiga hari setiap bulan pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Dalam banyak riwayat, puasa ini disebut memiliki pahala seperti berpuasa sepanjang tahun bila dikerjakan konsisten. Karena itu, banyak muslim menjadikannya amalan tetap tiap bulan.
Untuk Juni 2026, sumber penanggalan yang dipakai merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 Kementerian Agama RI, KHGT Muhammadiyah, dan IslamicFinder. Konversi yang dipakai dalam bahan menyebut 15 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 1 Juni 2026 dan 13 Muharram 1448 H jatuh pada 28 Juni 2026.
| Jenis Ayyamul Bidh | Tanggal Hijriah | Tanggal Masehi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Dzulhijjah 1447 H | 14 Dzulhijjah | Minggu, 31 Mei 2026 | Hari 1 |
| Dzulhijjah 1447 H | 15 Dzulhijjah | Senin, 1 Juni 2026 | Hari 2 |
| Dzulhijjah 1447 H | 16 Dzulhijjah | Selasa, 2 Juni 2026 | Hari 3 pengganti |
| Muharram 1448 H | 13 Muharram | Minggu, 28 Juni 2026 | Hari 1 |
| Muharram 1448 H | 14 Muharram | Senin, 29 Juni 2026 | Hari 2 |
| Muharram 1448 H | 15 Muharram | Selasa, 30 Juni 2026 | Hari 3 |
Mengapa Ayyamul Bidh Dzulhijjah bergeser
Bagian yang sering membuat orang keliru ada di awal Juni. Dalam kalender Hijriah, hari tasyrik berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini, umat Islam dilarang berpuasa. Karena itu, jadwal Ayyamul Bidh Dzulhijjah tidak diambil pada tanggal 13, 14, 15, melainkan digeser ke 14, 15, dan 16 Dzulhijjah.
Catatan ini sejalan dengan praktik yang dikenal dalam mazhab Syafi’i, yang membolehkan penggantian Ayyamul Bidh saat tanggal asalnya jatuh pada hari yang terlarang untuk puasa. Jadi, tiga hari awal yang perlu dicatat adalah 31 Mei, 1 Juni, dan 2 Juni 2026.
Langkah sederhana. Tandai saja tiga tanggal itu di kalender ponsel. Soalnya, kalau menunggu pengingat mendadak, sering sudah lewat satu hari.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.