Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
Ancaman Siber Meningkat, Ini Langkah Sederhana Pelaku Bisnis Amankan Data Perusahaan   ·   Proyeksi Ekonomi Global 2026: Pertumbuhan Melambat di Tengah Bayang Ketegangan Geopolitik   ·   BRI Bandung hadirkan KPR bunga berjenjang mulai dari 4 persen   ·   Terikat Janji Episode 93: Davina Mengetahui Kebenaran, Hubungan dengan Sena di Ujung…   ·   Gelombang Panas AS 2026: Saat Lonjakan Infrastruktur AI Menguji Ketahanan Jaringan Listrik   ·   BCL Tampil Glamor dan Elegan Kenakan Kebaya, Sambut Presiden Republik Belarus di…   ·   Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Dunia Hadapi Ancaman Kelebihan Pasokan   ·   Tarif Listrik Juli 2026 Resmi Tidak Naik: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Rumah…   ·  
TEKNOLOGI

Dr Elfin Skincare hadirkan Julaine, teknologi perawatan wajah natural

Julaine PLLA collagen stimulator teknologi perawatan wajah natural Dr Elfin Skincare
Julaine, collagen stimulator PLLA asal Swedia pemenang AMWC Monaco 2026, hadir di Indonesia lewat Dr Elfin Skincare mulai Agustus 2026 untuk teknologi perawatan wajah natural. (Ilustrasi: AI)

Inilah yang membuat Julaine menarik bagi segmen konsumen yang mulai jenuh dengan perawatan “isi ulang” yang harus diulang setiap 6–12 bulan.

Siapa yang Cocok Menjalani Perawatan Ini?

Julaine bukan untuk semua orang — dan klinik seperti Dr. Elfin memang menekankan asesmen individual sebelum tindakan dilakukan.

Secara umum, collagen stimulator PLLA paling tepat untuk mereka yang mulai melihat tanda penuaan dini: kulit kendur ringan hingga sedang, garis halus yang mulai menetap, atau tekstur kulit yang terasa kurang padat. Biasanya ini mulai dirasakan di rentang usia 30-an hingga 50-an.

Kondisi tertentu menjadi kontraindikasi — termasuk kehamilan, kondisi autoimun tertentu, atau riwayat pembentukan jaringan parut keloid. Konsultasi dengan dokter bukan formalitas, tapi keharusan klinis.

Prosedurnya sendiri biasanya dilakukan dalam beberapa sesi. Tidak ada downtime signifikan — pasien umumnya bisa kembali beraktivitas dalam 24–48 jam. Pembengkakan ringan atau memar kecil bisa muncul, tapi bersifat sementara. Hasil nyata biasanya mulai terlihat setelah 4–6 minggu, dan terus membaik hingga bulan ketiga atau keempat setelah sesi terakhir.

Konteks yang Lebih Luas: Pergeseran Nilai Estetika

Yang menarik bukan hanya produknya. Ini soal perubahan cara orang memandang kecantikan.

Selama bertahun-tahun, estetika medis identik dengan perubahan bentuk — filler bibir, hidung lebih tinggi, pipi lebih tirus. Tapi belakangan muncul reaksi balik, terutama di kalangan generasi yang tumbuh dengan media sosial. Mereka melihat efek “overdone” yang kian umum, dan mulai mencari alternatif yang hasilnya lebih halus, lebih “seperti kulit asli tapi lebih baik.”

Istilah yang sering beredar di komunitas skincare global adalah skin quality — kualitas kulit, bukan perubahan fitur. Pori-pori lebih halus, kulit lebih bercahaya, tekstur lebih merata, kekenyalan yang terasa nyata saat disentuh. Collagen stimulator masuk tepat di kategori ini.

Di pasar Asia Tenggara, pergeseran ini terjadi lebih cepat dari perkiraan banyak klinik. Indonesia, dengan populasi urban yang makin melek estetika dan akses informasi yang terbuka lebar, menjadi salah satu pasar yang paling cepat menyerap tren perawatan berbasis skin quality ini.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda