Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Hong Kong Diminta Ubah Usia Pensiun untuk Redam Kemiskinan Lansia

Hong Kong Diminta Ubah Usia Pensiun untuk Redam Kemiskinan Lansia
kemiskinan lansia di Hong Kong diperkirakan makin menekan masyarakat dalam beberapa dekade ke depan jika kota itu tetap bertahan pada usia pensiun 65 tahun. (Ilustrasi: AI)

HONG KONG — kemiskinan lansia di Hong Kong diperkirakan makin menekan masyarakat dalam beberapa dekade ke depan jika kota itu tetap bertahan pada usia pensiun 65 tahun. Dalam analisis yang dimuat South China Morning Post, masalah utamanya bukan sekadar jumlah warga tua yang bertambah, melainkan cara pemerintah dan dunia usaha memandang masa kerja orang lanjut usia.

Pesannya lugas. Jika orang Hong Kong kini hidup lebih lama, kata tulisan itu, tidak ada alasan kuat untuk memutus masa kerja pada usia 65 tahun ketika banyak dari mereka masih sanggup memberi sumbangan bagi ekonomi kota.

Kemiskinan lansia di Hong Kong jadi ancaman jangka panjang

Penulis analisis itu menyebut Hong Kong menghadapi kemungkinan “gelombang pasang” kemiskinan lansia yang akan menyapu masyarakat pada tahun-tahun mendatang. Kekhawatiran ini muncul karena beban hidup di kota itu tinggi, sementara masa pensiun yang panjang menuntut tabungan yang jauh lebih besar dari yang selama ini diperkirakan banyak orang.

Masalahnya sederhana, tapi berat. Banyak warga menyiapkan pensiun dengan asumsi umur hidup yang lebih pendek dan masa tidak bekerja yang terbatas. Saat harapan hidup naik, perhitungan itu langsung goyah. Dana pensiun yang terlihat cukup hari ini bisa terasa tipis saat usia 70-an datang dengan biaya hidup yang tetap tinggi.

Dalam tulisan itu, angka 65 tahun dipakai sebagai patokan yang umum diterima secara lokal. Namun penulis menilai patokan tersebut sudah waktunya ditantang, karena rencana pensiun yang dibangun untuk 20 tahun masa istirahat di ujung karier tidak lagi realistis bila rata-rata orang bisa hidup hingga 85 tahun atau lebih.

Kalimatnya tajam. Tidak praktis.

Kenapa usia pensiun 65 tahun dipersoalkan

Logika di balik kritik ini berkaitan langsung dengan perubahan demografi. Ketika penduduk hidup lebih lama, sistem pensiun ikut menanggung beban lebih panjang. Jika usia keluar dari pasar kerja tidak ikut bergeser, jumlah tahun tanpa penghasilan akan makin besar, sementara simpanan yang tersedia belum tentu ikut naik.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda