Rabu, 1 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Maroko Tekuk Belanda, Saibari Samai Rekor Unik Ronaldo di Piala Dunia

Ismael Saibari eksekusi penalti penentu Maroko vs Belanda Piala Dunia 2026
Ismael Saibari cetak penalti penentu, Maroko singkirkan Belanda 3-2 dan samai rekor unik Cristiano Ronaldo di Piala Dunia. (Ilustrasi: AI)

MONTERREY — Satu tendangan ke pojok kiri gawang. Bert Verbruggen melompat ke arah yang salah. Dan Maroko pun melaju.

Ismael Saibari jadi algojo terakhir dalam drama adu penalti Maroko versus Belanda di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6). Skor akhir 3-2 dalam tos-tosan — setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu — mengantar Singa Atlas ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Tapi lebih dari sekadar tiket lolos, malam itu Saibari baru saja masuk ke dalam sejarah.

Rekor yang Hanya Dimiliki Dua Orang

Statistikawan sepak bola Misterchip mencatat, Saibari kini jadi pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil menyingkirkan negara tempat ia menjalani karier klub. Penyerang berusia 24 tahun itu membela PSV Eindhoven di Eredivisie — dan malam itu, tendangan penaltinya memaksa Belanda angkat koper dari turnamen.

Satu-satunya pemain yang pernah melakukannya sebelumnya? Cristiano Ronaldo. Di Piala Dunia 2006, CR7 yang kala itu berseragam Manchester United sukses menyingkirkan Inggris — negara liga tempatnya bermain — juga lewat babak penalti.

Dua pemain. Dua generasi berbeda. Satu rekor yang sama.

Drama 120 Menit yang Melelahkan

Laga itu jauh dari mudah bagi Maroko. Kedua tim saling jual beli peluang sepanjang 90 menit, dengan gol masing-masing satu yang memaksa pertandingan masuk babak tambahan. Dua kali 15 menit berlalu tanpa gol tambahan — dan penalti pun jadi satu-satunya cara menentukan pemenang.

Di sinilah Saibari tampil sebagai pahlawan. Tendangannya tenang, terukur, dan mematikan. Verbruggen tak punya jawaban.

Kemenangan ini bukan keberuntungan. Maroko memang datang ke turnamen dengan mental baja — warisan dari perjalanan epik mereka di Piala Dunia 2022 Qatar, ketika mereka jadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal. Skuad asuhan Walid Regragui tahu cara bertahan dalam tekanan dan menunggu momen yang tepat.

Konteks Lebih Luas: Malam Mengejutkan di Piala Dunia 2026

Selasa (30/6) memang malam yang penuh kejutan. Bukan hanya Belanda yang tumbang. Jerman pun bernasib serupa — dikalahkan Paraguay lewat adu penalti 4-3 di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts. Der Panzer kini sudah tiga edisi beruntun pulang lebih awal dari Piala Dunia, sebuah tren yang membuat banyak pengamat geleng kepala.

Paraguay tampil solid dengan strategi bertahan rapat, mencuri gol melalui tandukan Julio Enciso dari situasi sepak pojok pada menit ke-42, sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan lewat sundulan di menit ke-54. Ironisnya, Havertz sendiri gagal mengeksekusi penalti di babak tos-tosan — bersama Nick Woltemade dan Jonathan Tah. Jose Canale jadi penentu lolosnya Paraguay.

Dua raksasa Eropa gugur dalam satu malam. Piala Dunia 2026 membuktikan dirinya sebagai turnamen tanpa hierarki yang aman.

Maroko Incar Kanada, Mimpi Masih Terbuka

Bagi Maroko, babak 16 besar menanti dengan lawan yang relatif lebih ramah di atas kertas: Kanada, pada 4 Juli waktu setempat. Peluang melangkah lebih jauh terbuka lebar.

Saibari dan kawan-kawan punya modal psikologis yang kuat setelah melewati ujian berat melawan Belanda. Lini depan mereka tajam, pertahanan kompak, dan yang terpenting — mereka tidak gentar menghadapi momen krusial.

Untuk Saibari sendiri, rekor yang ia samai dari Ronaldo bukan sekadar trivia statistik. Ini cermin dari perjalanan seorang pemain yang memilih mengangkat harkat negaranya, bukan sekadar menghindari konflik kepentingan yang jelas terasa saat menghadapi Belanda malam itu.

Apakah Maroko bisa melanjutkan petualangan dan kembali mengulang — atau bahkan melampaui — kejayaan 2022? Jawaban mulai tersusun, satu penalti dalam satu waktu.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda