Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Presiden RI Tiba-Tiba Panggil Menteri Ekonomi ke Istana Jam 4 Pagi

Presiden RI Tiba-Tiba Panggil Menteri Ekonomi ke Istana Jam 4 Pagi
Presiden RI Tiba-Tiba Panggil Menteri Ekonomi ke Istana Jam 4 Pagi

JAKARTA — Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah mengejutkan menterinya dengan memanggil mereka ke Istana pada pukul 04.30 pagi. Kebiasaan ini bukan semata-mata kurang ajar, melainkan cerminan dari ritme kerja yang sangat unik: presiden tidur siang hari dan produktif di dini hari.

Rizal Ramli, yang pernah menjabat Kepala Bulog, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri Keuangan di era Gus Dur, mengalami langsung ketidaknyamanan penyesuaian ini. Sebagai tipe orang malam yang biasa tidur jam 2 pagi, Rizal awalnya merasa sangat mengantuk saat dipanggil ke Istana pada dini hari. “Terus terang kadang-kadang saya masih sangat ngantuk karena saya tipe orang malam,” ungkapnya kepada Tjipta Lesmana, penulis buku Dari Soekarno sampai SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa (2012).

Ritme kerja presiden yang tidak konvensional ini bukan hanya anekdot menarik dari era kepemimpinannya (1999-2001), tetapi juga cerminan strategi produktivitas yang disengaja. Gus Dur secara sadar memanfaatkan pola biologis tubuhnya untuk memaksimalkan efisiensi pemerintahan, meskipun harus mengorbankan kenyamanan orang-orang di sekitarnya.

Pagi Hari adalah Waktu Terbaik Gus Dur

Ada logika tersembunyi di balik kebiasaan yang tampak ekstrem itu. Gus Dur justru menemukan pagi hari—khususnya antara pukul 4 hingga 10 pagi—sebagai jendela waktu paling produktif untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan. Itulah mengapa pertemuan dengan para menteri di Istana kerap diadakan pada pagi-pagi buta. Pada jam-jam tersebut, presiden berada dalam kondisi prima: waspada, responsif, dan mampu memberikan arahan dengan cepat tanpa lama melamun.

Kondisi ini sangat berbeda dengan mayoritas pemimpin negara yang bekerja mengikuti pola konvensional. Saat orang lain baru terbangun dan menyiapkan kopi, Gus Dur sudah dalam kondisi peak performance—pikiran segar, keputusan cepat, tidak ada jeda yang terbuang sia-sia.

Sebaliknya, setelah pukul 10 pagi, energi Gus Dur mulai merosot tajam. Rasa kantuk mengganggu konsentrasinya, membuat beliau lebih rentan tertidur dalam acara resmi. Stamina hanya kembali membaik pada sore hari, terus meningkat menjelang malam, sehingga Gus Dur bisa bekerja produktif hingga menjelang tengah malam. Pola ini konsisten dan bukan kelalaian sesaat, tetapi karakteristik biologis yang permanen.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 15 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online