Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
Teknologi Pendukung Piala Dunia 2026: VAR Canggih, Stadion Pintar, Hingga AI Wasit   ·   Harga BBM Pertamina 6 Juli 2026 Terbaru: Daftar Lengkap Pertalite Pertamax Dexlite   ·   Inflasi Juni 2026 Tembus 3,34 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi via Program…   ·   Dinamika IPO Juli 2026: RANS Entertainment Jadi Sorotan, Investor Diminta Cermati Fundamental   ·   RI Resmikan Perdagangan Karbon: Mesin Baru Ekonomi Hijau dengan Target Transaksi Rp5…   ·   5 Fakta Stadion Azteca Mexico City 2026: Altitude, Kapasitas & Sejarah Piala…   ·   Prediksi Meksiko vs Inggris Piala Dunia 2026 16 Besar: Jadwal, H2H &…   ·   Ramalan Shio Hari Ini Senin 6 Juli 2026: Simak Peruntungan dan Panduannya   ·  
NASIONAL

Memasuki Puncak Kemarau Juni 2026, BMKG Wanti-Wanti Daerah Ini Siaga Kekeringan

pexels-rudi-dito-2153393256-34282909
Ilustrasi musim kemarau. Foto: pexels

Musim kering bukan cuma soal lahan retak dan sawah menguning. Kualitas udara dapat ikut memburuk karena debu dan potensi asap, sedangkan kualitas air bersih bisa menurun saat pasokan menyusut. Di titik ini, dinas kesehatan daerah diminta lebih siaga.

BMKG menyebut pemantauan perlu difokuskan pada kenaikan kasus ISPA, penyakit kulit, diare, hingga dehidrasi dan heat stroke. Kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, ibu hamil, dan warga lanjut usia harus mendapat perhatian lebih karena tubuh mereka lebih cepat kehilangan cairan.

Warga pun diminta tidak menunggu air benar-benar habis baru menghemat. Penggunaan air bekas cucian beras atau sayur, pengecekan kebocoran pipa, dan penyiraman tanaman pada pagi atau sore hari bisa membantu menekan pemakaian. Kebiasaan kecil seperti ini terasa sepele, tapi efeknya nyata saat pasokan air menipis.

Langkah daerah dan pantauan ke depan

Pemerintah daerah diminta mengaktifkan rencana kontinjensi secepatnya. Pengiriman tangki air bersih, pengelolaan embung, hingga pengaturan tata air bendungan perlu disiapkan tanpa menunggu situasi memburuk. BMKG memperkirakan fase puncak ini berlangsung sampai pertengahan Agustus 2026.

Artinya, beberapa pekan ke depan masih akan menjadi masa krusial. Daerah yang sudah masuk kategori rawan perlu memperkuat koordinasi dengan dinas pertanian, kesehatan, dan pekerjaan umum. Kalau terlambat bergerak, dampaknya bisa menjalar ke kebutuhan rumah tangga, produksi pangan, sampai pelayanan publik.

BMKG juga meminta masyarakat memantau informasi resmi cuaca harian agar bisa menyesuaikan aktivitas di lapangan. Di musim seperti ini, satu hari terlambat merespons bisa berarti banyak. “Pantau terus kanal resmi BMKG untuk pembaruan kondisi cuaca di wilayah masing-masing,” demikian imbauan lembaga tersebut.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda