Saat Hong melangkah keluar dari gate kedatangan di Bandara Internasional Incheon pada Selasa dini hari, ia disambut sorak-sorai bernada protes. Kerumunan mengumandangkan yel-yel “Hong, kamu harus mundur!” sambil menabuh gendang. Spanduk bertulisan “Sepak bola Korea Selatan sudah mati” terpampang di antara mereka yang sudah menunggu berjam-jam.
Hong hanya berjalan dalam diam, menolak menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Polisi harus membuat pagar pengaman dari dalam terminal hingga bus yang menunggu di luar, lantaran puluhan pengunjuk rasa berkerumun di area tersebut.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Kim Gi-mo, salah satu fans yang hadir, tidak terkesan dengan pengunduran diri sang pelatih. “Saya mempertanyakan apakah pengunduran dirinya itu tulus, melihat sikapnya saat mengumumkan hal itu,” kata Kim kepada AFP. “Dia merusak pesta yang hanya datang empat tahun sekali.”
Jadi Urusan Pemerintah
Ini bukan lagi sekadar drama sepak bola. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung turun tangan dan meminta investigasi formal pemerintah atas performa timnas yang mengecewakan itu. Dilaporkan Mashable, langkah presiden ini diambil pada Minggu (29/6), sehari setelah eliminasi.
Sejarah pun berulang dengan cara yang menyakitkan. Pada 2014, Hong juga menjadi pelatih Korea Selatan saat mereka tersingkir di fase grup di Brasil — dan saat itu pun timnas disambut dengan lemparan permen oleh fans yang kecewa setibanya di tanah air.
Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) bahkan tidak menyelenggarakan upacara penyambutan resmi untuk skuad yang kembali. Pemilihan Hong pada 2024 sendiri sudah menuai kritik sejak awal, dengan banyak pihak mempertanyakan transparansi proses seleksinya.
Son dan Masa Depan yang Belum Jelas
Piala Dunia 2026 ini kemungkinan besar adalah Piala Dunia terakhir Son. Ia sudah tampil di empat edisi turnamen akbar ini, dan pertanyaan soal pensiun dari timnas menggantung di udara — meski dalam unggahannya, Son tidak secara langsung menyentuh topik itu.
Yang ia tegaskan adalah tekadnya untuk berjuang kembali. “Daripada mencoba mengungkapkan segalanya dalam kata-kata sekarang, saya akan melakukan semua yang saya bisa, dari posisi saya, untuk memenangkan kembali hati rakyat Korea Selatan dan para penggemar sepak bola,” tulisnya. “Saya akan berjuang dengan segala yang saya punya untuk membawa kebahagiaan kepada kalian lagi.”
Sementara para pemain mendapat tepukan tangan dari sebagian fans yang hadir di bandara, kata-kata Son di Instagram menjadi cermin betapa dalamnya luka yang dirasakan — oleh sang kapten sendiri, dan oleh seluruh negeri yang tadinya bermimpi jauh lebih tinggi dari sekadar fase grup.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.