JAKARTA — Publik sepak bola Asia dikejutkan oleh keputusan drastis di kursi kepelatihan Taeguk Warriors. Akibat gagal bawa timnas Korea Selatan ke 32 besar, Hong Myung-bo mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala pada Minggu (28/6). Langkah mundur ini diambil sang juru taktik hanya berselang 24 jam setelah Son Heung-min dan kolega dipastikan angkat koper lebih cepat akibat kegagalan bersaing di fase grup.
Pertanggungjawaban instan. Hong Myung-bo memilih menyudahi masa baktinya tanpa mencari pembenaran atas rapuhnya performa taktis tim sepanjang turnamen. Ekspektasi tinggi publik Seoul runtuh seketika setelah kampanye tim nasional mereka berjalan antiklimaks sejak laga pembuka penyisihan grup.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar dan pendukung sepak bola Korea Selatan. Hari ini saya mengundurkan diri dari tim nasional sepakbola,” kata Hong Myung-bo seperti dilansir dari Kantor Berita Yonhap.
Keputusan ini melegakan sebagian pihak yang menuntut adanya revolusi di tubuh tim nasional, namun sekaligus meninggalkan lubang besar di sektor manajerial menjelang agenda internasional berikutnya.
Dejavu Buruk Edisi 2014 dan Rentetan Hasil Minor
Bagi Hong Myung-bo, kegagalan kali ini terasa seperti dejavu yang sangat menyakitkan. Mantan bek legendaris dan kapten Korea Selatan di Piala Dunia 2002 tersebut seolah mengulangi memori buruk yang pernah dia rasakan pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Kala itu, dia juga terpaksa meletakkan jabatan setelah Korea Selatan tersingkir di fase grup dengan catatan tanpa satu pun kemenangan.
Ironisnya, skuad kali ini sebenarnya memiliki materi pemain yang jauh lebih mentereng di atas kertas. Namun, statistik di lapangan berbicara lain. Sepanjang turnamen, Korea Selatan hanya mampu mengemas satu kemenangan tipis saat menumbangkan Republik Ceko dengan skor 2-1. Tiga poin krusial dari laga tersebut rupanya tidak cukup menyelamatkan wajah tim di klasemen akhir grup.
Nasib Taeguk Warriors sempat menggantung dan sangat bergantung pada kalkulasi rumit peringkat ketiga terbaik dari grup lain. Sial bagi mereka, keajaiban matematika tidak memihak skuad asuhan Hong Myung-bo. Kombinasi hasil pertandingan di grup lain resmi menutup rapat pintu babak gugur bagi raksasa Asia ini. Kegagalan ini memicu gelombang kritik tajam dari media-media olahraga domestik di Korea Selatan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.