INCHEON — Son Heung-min akhirnya angkat bicara. Kapten tim nasional Korea Selatan itu meminta maaf secara terbuka kepada seluruh fans setelah negaranya tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 — kekalahan yang kini bahkan sudah sampai ke meja presiden.
Lewat unggahan Instagram, Son menulis bahwa dirinya tidak tahu harus mulai dari mana. “Saya tidak bisa berpura-pura tidak ada yang terjadi, dan saya tidak ingin lari dari kenyataan,” tulisnya. Ia menegaskan permintaan maafnya ditujukan kepada seluruh rakyat Korea Selatan dan para pendukung setia timnas.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Kenyataan itu memang pahit. Korea Selatan finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin — satu menang, dua kalah. Mereka menang 2-1 atas Ceko di laga pembuka, kalah 0-1 dari Meksiko, lalu tumbang 0-1 dari Afrika Selatan di laga penentuan. Kekalahan terakhir itulah yang menutup pintu babak 32 besar.
Keputusan Hong yang Membakar Amarah
Yang paling memukul para fans bukan sekadar hasil akhirnya. Biang kerok kemarahan adalah keputusan pelatih Hong Myung-bo yang mendudukkan Son di bangku cadangan pada babak pertama laga kontra Afrika Selatan — laga paling krusial dalam turnamen ini. Satu hasil imbang pun kemungkinan besar sudah cukup untuk lolos.
Song Min-kyung, mahasiswi 20 tahun yang datang ke Bandara Incheon, mengungkapkan rasa kecewanya kepada AFP. “Saya sangat terkejut saat dia membangkucadangkan Son menghadapi Afrika Selatan. Menurut saya, itulah awal dari segalanya yang salah di Piala Dunia ini.”
Son memang masuk lapangan di babak kedua, tapi defisit satu gol terlalu berat untuk dibalik. Kekalahan itu mengakhiri kampanye yang oleh media Korea Selatan sendiri sudah dicap sebagai milik “generasi emas” — dengan Son bersama Kim Min-jae dari Bayern Munich dan Lee Kang-in dari Paris Saint-Germain sebagai pilar utamanya.
Pelatih Hong Mundur, Fans Masih Tak Puas
Hong Myung-bo mengundurkan diri pada Minggu (29/6). Mantan bek timnas itu menyampaikan permohonan maaf di konferensi pers, mengatakan tanggung jawab ada di pundaknya. Tapi mundurnya pun tak cukup meredam amarah.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.