GUADALAJARA — Pelatih kepala Korea Selatan Hong Myung-bo resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan. Langkah drastis ini diambil kurang dari 24 jam setelah skuad Taegeuk Warriors dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia. Keputusan Hong mundur dikonfirmasi langsung dalam konferensi pers di Guadalajara, Meksiko, tempat timnya bertahan selama fase grup. Kegagalan melaju ke babak 16 besar memicu gelombang kritik hebat di dalam negeri, termasuk kecaman keras dari Presiden Korea Selatan yang menyebut sang pelatih tidak kompeten.
Kehancuran taktis di lapangan hijau kini berbuntut pada krisis manajerial. Publik sepak bola Negeri Ginseng menuntut reformasi total di tubuh asosiasi. Hong, yang awalnya diharapkan mampu mengulang magis masa lalunya, justru terjebak dalam skema permainan yang monoton dan terbaca oleh lawan sepanjang turnamen berlangsung.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Kecaman Presiden Korsel dan Hasil Buruk Fase Grup
Korea Selatan harus menyudahi perjalanan mereka di Piala Dunia setelah finis di peringkat ketiga Grup A. Skuad asuhan Hong Myung-bo hanya mengantongi satu kemenangan dan menelan dua kekalahan beruntun. Kampanye mereka di Meksiko sebenarnya sempat dimulai dengan manis saat sukses menekuk Republik Ceko. Namun, performa Taegeuk Warriors merosot tajam pada laga-laga berikutnya.
Sistem pertahanan mereka dieksploitasi habis-habisan saat takluk dari Meksiko, sebelum akhirnya dipukul telak oleh Afrika Selatan pada laga pamungkas. Harapan tipis untuk lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus akibat hasil pertandingan di grup lain yang tidak berpihak pada mereka. Transisi bermain yang lambat dan rapuhnya koordinasi lini belakang menjadi rapor merah yang paling disorot oleh para pengamat taktis.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, langsung melayangkan kritik tajam terkait hancurnya performa tim nasional di panggung dunia. Mantan tokoh politik yang dikenal vokal ini mempertanyakan kredibilitas penunjukan Hong sejak awal oleh pihak federasi. Ia menilai ada masalah struktural dalam proses pemilihan pelatih.
“Sekali lagi terbukti bahwa keputusan personel menentukan segalanya. Jika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai ketimbang kompetensi, lalu orang yang tidak mampu ditunjuk sebagai pemimpin, maka hasilnya sudah bisa ditebak,” ujar Presiden Lee Jae-myung dengan nada ketus.
| Laga Grup A | Lawan | Hasil | Skor |
|---|---|---|---|
| Matchday 1 | Republik Ceko | Menang | 2-1 |
| Matchday 2 | Meksiko | Kalah | 1-3 |
| Matchday 3 | Afrika Selatan | Kalah | 0-2 |
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.