Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Pelatih Korsel Hong Myung-bo Mundur Usai Gagal di Piala Dunia

Topi timnas Korea Selatan diletakkan di meja konferensi pers setelah pelatih Korsel Hong Myung-bo mundur.
Pelatih Korsel Hong Myung-bo mundur usai tersingkir dari Piala Dunia dan mendapat kritik pedas dari Presiden Lee Jae-myung akibat hasil buruk di fase grup. (Ilustrasi: AI)

GUADALAJARA — Pelatih kepala Korea Selatan Hong Myung-bo resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan. Langkah drastis ini diambil kurang dari 24 jam setelah skuad Taegeuk Warriors dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia. Keputusan Hong mundur dikonfirmasi langsung dalam konferensi pers di Guadalajara, Meksiko, tempat timnya bertahan selama fase grup. Kegagalan melaju ke babak 16 besar memicu gelombang kritik hebat di dalam negeri, termasuk kecaman keras dari Presiden Korea Selatan yang menyebut sang pelatih tidak kompeten.

Kehancuran taktis di lapangan hijau kini berbuntut pada krisis manajerial. Publik sepak bola Negeri Ginseng menuntut reformasi total di tubuh asosiasi. Hong, yang awalnya diharapkan mampu mengulang magis masa lalunya, justru terjebak dalam skema permainan yang monoton dan terbaca oleh lawan sepanjang turnamen berlangsung.

Kecaman Presiden Korsel dan Hasil Buruk Fase Grup

Korea Selatan harus menyudahi perjalanan mereka di Piala Dunia setelah finis di peringkat ketiga Grup A. Skuad asuhan Hong Myung-bo hanya mengantongi satu kemenangan dan menelan dua kekalahan beruntun. Kampanye mereka di Meksiko sebenarnya sempat dimulai dengan manis saat sukses menekuk Republik Ceko. Namun, performa Taegeuk Warriors merosot tajam pada laga-laga berikutnya.

Sistem pertahanan mereka dieksploitasi habis-habisan saat takluk dari Meksiko, sebelum akhirnya dipukul telak oleh Afrika Selatan pada laga pamungkas. Harapan tipis untuk lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus akibat hasil pertandingan di grup lain yang tidak berpihak pada mereka. Transisi bermain yang lambat dan rapuhnya koordinasi lini belakang menjadi rapor merah yang paling disorot oleh para pengamat taktis.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, langsung melayangkan kritik tajam terkait hancurnya performa tim nasional di panggung dunia. Mantan tokoh politik yang dikenal vokal ini mempertanyakan kredibilitas penunjukan Hong sejak awal oleh pihak federasi. Ia menilai ada masalah struktural dalam proses pemilihan pelatih.

“Sekali lagi terbukti bahwa keputusan personel menentukan segalanya. Jika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai ketimbang kompetensi, lalu orang yang tidak mampu ditunjuk sebagai pemimpin, maka hasilnya sudah bisa ditebak,” ujar Presiden Lee Jae-myung dengan nada ketus.

Laga Grup A Lawan Hasil Skor
Matchday 1 Republik Ceko Menang 2-1
Matchday 2 Meksiko Kalah 1-3
Matchday 3 Afrika Selatan Kalah 0-2

Pernyataan Maaf dan Tanggung Jawab Hong Myung-bo

Di hadapan puluhan jurnalis yang memadati ruang media di Guadalajara, Hong membacakan pernyataan tertulis tanpa membuka sesi tanya jawab sama sekali. Legenda hidup sepak bola Korea Selatan itu meminta maaf secara mendalam kepada seluruh pendukung setia yang kecewa berat atas kegagalan tragis ini. Sinar kejayaan masa lalu sebagai pemain kini seolah sirna tanpa bekas.

“Saya memutuskan mundur dari jabatan kepala pelatih hari ini. Saya yakin posisi ini menuntut tanggung jawab yang sangat besar sehingga tidak perlu ada alasan apa pun ketika hasil akhir mengecewakan. Kegagalan ini sepenuhnya tanggung jawab saya,” kata Hong Myung-bo dengan raut wajah tegang dan mata berkaca-kaca.

Ini merupakan periode kedua yang berakhir menyakitkan bagi Hong Myung-bo bersama tim nasional Korea Selatan. Pada Piala Dunia 2014 silam di Brasil, ia juga langsung meletakkan jabatannya setelah Korea Selatan mencatat rekor penampilan terburuk mereka sejak edisi 1998 tanpa satu pun meraih kemenangan di fase grup.

Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan reputasi emas Hong ketika masih aktif bermain di lapangan hijau. Berdasarkan laporan Channel News Asia, publik Korea Selatan kini berbalik arah dan mengkritik habis sang pelatih. Padahal, dua dekade silam, Hong adalah kapten karismatik sekaligus ikon yang dipuja karena berhasil memimpin rekan-rekannya menembus semifinal Piala Dunia 2002 yang bersejarah.

Kegagalan Taktis dan Masa Depan Taegeuk Warriors

Analisis taktis menunjukkan bahwa Hong Myung-bo gagal meremajakan skuad dan terlalu bergantung pada nama-nama senior yang performanya mulai menurun. Pendekatan bermain defensif dengan garis pertahanan rendah (low block) yang ia terapkan justru menjadi bumerang saat menghadapi tim dengan intensitas menekan yang tinggi. Penyerang sayap mereka kerap terisolasi tanpa mendapatkan suplai bola yang matang dari lini tengah.

Seringkali keputusan pergantian pemain yang dilakukan Hong pada babak kedua dinilai terlambat dan tidak mengubah jalannya pertandingan. Masuknya beberapa pemain cadangan tidak memberikan dampak instan pada struktur serangan Korea Selatan yang cenderung monoton melalui umpan silang lambung yang mudah diantisipasi bek lawan.

Kegagalan beruntun ini membuat Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kini menghadapi masa depan yang abu-abu dan penuh tekanan. Evaluasi total terhadap program pembinaan serta sistem rekrutmen pelatih tim nasional dipastikan akan berjalan menyusul intervensi langsung dari pemerintah. Publik kini menuntut kehadiran pelatih asing berkualitas dunia yang mampu membawa perubahan taktis revolusioner.

KFA kini harus berpacu dengan waktu untuk mencari suksesor yang tepat demi mengembalikan reputasi Korea Selatan sebagai raksasa Asia yang disegani di kancah internasional.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram